Postingan

Puisi: Peta (Karya Acep Zamzam Noor)

Peta Udara yang terbakar Tercium dari celah batu-batu besar. Ada cahaya Garam-garam kabut Dan sebuah gema Yang ditembakkan dari laut Kisahmu tinggal …

Puisi: Aku Berjalan dengan Jantung Menyala (Karya Ahmad Nurullah)

Aku Berjalan dengan Jantung Menyala Keledai yang kini bersarang di dalam kepala membuat aku lupa Mengapa dulu kutersenyum menatapkau dengan jantung m…

Puisi: Ibu (Karya Asep S. Sambodja)

Ibu aku sakit aku ingin kau memelukku erat-erat kuingin kau mengusap kepalaku perlahan-lahan dan membisikkan doa-doa — segala doa yang kau hafal deng…

Puisi: Hujan (Karya Ook Nugroho)

Hujan Hujan melukis kesunyianmu. Genangan di jalan memantulkannya kembali dan lampu-lampu dan malam hari membuatnya sempurna seperti adegan dalam seb…

Puisi: Nyanyian Dusun (Karya Maman S. Tawie)

Nyanyian Dusun siapa yang membebaskan langkah dari kesepian lembah saat fajar menempa cuaca jadi logam-logam cahaya siapa yang membekaskan penat di k…

Puisi: Berubah (Karya Kang Thohir)

Berubah Aturan agama berubah Menjadi aturan nafsunya dan pemikirannya Asal menjadi usul Hilang kendali dibuat bingung Brebes, 17 Mei 2023 Analisis Pu…

Puisi: Menuju Kemabukan (Karya Ari Setya Ardhi)

Menuju Kemabukan tiba-tiba saja aku ingin mengenang dunia candu, membangkitkan syahwat kekalahan manusia, sembari memanggili nama asmara yang pernah …

Puisi: Prolog Diri (Karya Herwan FR)

Prolog Diri Apalah kiranya yang pantas aku ucapkan. Kealfaan telah membeton seluruh urat syarafku. Juga sendiriku seperti ini - tak mampu menentramka…

Puisi: Camar Bulan - Tanjung Datu (Karya Cucuk Espe)

Camar Bulan - Tanjung Datu Ini cerita tentang negeriku Zamrud khatulistiwa yang nestapa Kaya tapi selalu m…
© Sepenuhnya. All rights reserved.