Puisi: Semut Kehilangan Manusia (Karya Handrawan Nadesul) Semut Kehilangan Manusia Di Dalam Roti Ketika mati semut melihat betapa sebuah surga Tapi ke sana ia tak pernah sampai merasa suka Surga semut hanya …
Puisi: Sebuah Malam (Karya Badjuri Doellah Joesro) Sebuah Malam Sebuah perempatan kota Ada bara api dan sekerumun kuli Aku di antaranya. Memecah malam dalam gelak tawa Memecah dingin pa…
Puisi: Zaman Edan (Karya Diah Hadaning) Zaman Edan O zaman, yang berjalan di atas zaman ketika hati sulit menjadi taman ketika nadi sulit menjadi urat pelangi kabarkanlah p…
Puisi: Purnama (Karya Kurnia Effendi) Purnama – dari penyair rumah anggit kepada penyair sahaja Ia berjalan lambat ke barat Dengan puisi di tangan, di antara kapas-kapas awan Pada akhir …
Puisi: Kaulihat Saya (Karya Adri Darmadji Woko) Kaulihat Saya waktu mandi, Kaulihat saya, ya tidak waktu berak, Kaulihat saya, ya tidak waktu bersetubuh, Kaulihat saya, saya lupa Kau waktu tidur, K…
Puisi: Terompet (Karya F. Rahardi) Terompet di gudang alat-alat musik terompet itu diam tapi pelan-pelan dikumpulkannya suara mula-mula dari mulut tentara makin lama makin banyak jumla…
Puisi: Telah (Karya Acep Zamzam Noor) Telah Telah luruh waktu, telah gemuruh Suaramu. Aku terpekur Menghirup udara. Telah tiba senja Semerah saga. Lalu langit turun, pelahan Turun dan men…
Puisi: Paesaggio (Karya Acep Zamzam Noor) Paesaggio Di sebuah jazirah, suatu hari: Kenanganku yang ramping memanjat tebing karang Yang menjorok ke tengah, bergelayut Pada jenggot pohonan dan …
Puisi: Peta (Karya Acep Zamzam Noor) Peta Udara yang terbakar Tercium dari celah batu-batu besar. Ada cahaya Garam-garam kabut Dan sebuah gema Yang ditembakkan dari laut Kisahmu tinggal …