Postingan

Puisi: Elegi Sinta (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Elegi Sinta Aku Sinta yang urung membakar diri. demi darah suci bagi lelaki paling pengecut bernama Rama. lalu aku basuh tubuhku, dengan d…

Puisi: Kota Sengketa (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kota Sengketa Dari sebuah gang tikus, aku masuki hotel murah : tak disediakan rasa aman. tak ada mimpi dan kantuk yang nikmat. …

Puisi: Nikah Laut (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nikah Laut Garam-garam itu kauperas dari keringat nelayan. aku pilih ikan-ikan dari persetubuhannya dengan la…

Puisi: Nikah Ilalang (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nikah Ilalang Engkau nikahi ilalang. Berumah di negeri semak-semak. Diamlah dalam kemerisik angin yang meng…

Puisi: Tembang di Atas Perahu (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Tembang di Atas Perahu Seperti di atas perahu kecil sendirian aku terombang-ambing ombak kecil dalam tubuhku jika aku terlelap, kum…

Puisi: Kereta yang Berangkat (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kereta yang Berangkat Rupanya telah sampai saatnya kereta berangkat. tinggal aku yang mesti lambaikan tanga…

Puisi: Skenario Drama Percintaan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Skenario Drama Percintaan Anakku muntah ketika televisi memainkan lagu-lagu cinta. dan inilah adegan yang h…

Puisi: Pengantin (Karya T. Alias Taib)

Pengantin Mahkota kesayangannya diserahkan. Di dalam kelambu itu, bermulalah adegan dari babak berduri yang ditakuti tetapi diingini. Di atas tilam i…

Puisi: Dua Orang Pengkritik (Karya T. Alias Taib)

Dua Orang Pengkritik dua orang pengkritik terjebak dalam perangkap polemik yang seorang berhujah dari dasar diri seorang lagi menyanggah dari luar di…
© Sepenuhnya. All rights reserved.