Postingan

Puisi: Teranjur Basah (Karya Aprianus Gregorian Bahtera)

Teranjur Basah Bulan jatuh diam di halaman malam dua hati pernah lupa menimbang arah langkah terlanjur menjejak jalan yang sama Seperti tubuh yang te…

Puisi: Cintaku Tiga (Karya Toeti Heraty)

Cintaku Tiga Cintaku tiga, secara kanak-kanak         menghitung jari kusebut satu per satu kini Yang pertama serius dan dalam hatinya       …

Puisi: Rasa Apa yang Terselip di Sana? (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Rasa Apa yang Terselip di Sana? Rasa apa yang terselip di sana? Angin datang menggetarkan permukaan danau puluhan helai daun melayang terapung …

Puisi: Penyesalan (Karya Toeti Heraty)

Penyesalan (Untuk Rien) mengapa justru malam itu kau datang padaku? dalam mimpi lembayung bugenvil dan bayangan berhadapan, tiba-tiba nyata…

Puisi: Kini Kita Bicara tentang Kabut (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Kini Kita Bicara tentang Kabut Tentang kabut (dimana kita cari seseorang di seberangnya) sudah waktunya diperbincangkan kembali -- tetes-tetes…

Puisi: Pertemuan (Karya Toeti Heraty)

Pertemuan inilah pertemuan yang dinanti-nanti akhirnya lupa untuk disadari benda-benda berputar telah berkali kembali                                …

Puisi: Berita Antropologi (Karya Toeti Heraty)

Berita Antropologi Ini penelitian yang jauh sekali ke puncak-puncak karang putih         yang licin dan dingin karang beku yang menyembul pelahan    …

Puisi: New York I Love You (Karya Toeti Heraty)

New York I Love You Sebulan sudah kutinggalkan New York dengan sisa tujuh dollar uang di saku dan catatan, bahwa kota metropolitan ini masih juga mem…

Puisi: Pesta Tahun Baru (Karya Toeti Heraty)

Pesta Tahun Baru siapa bertopeng? ada petasan dan kembang api malam riuh dan tetap ngeri meriah-terjang terpekik riang wajarkah ini? semua bahagia ke…
© Sepenuhnya. All rights reserved.