Puisi: Halilintar (Karya Seno Gumira Ajidarma) Halilintar Dan kaupun terkejut ketika kau dengar namamu disebutnya cepat-cepat. Analisis Puisi: Puisi &…
Puisi: Trompet (Karya Seno Gumira Ajidarma) Trompet (– Dili, 12 November 1991) "Seharusnya kutiup kau malam itu." Supaya orang-orang yang terb…
Puisi: Dua Gadis Cilik (Karya Seno Gumira Ajidarma) Dua Gadis Cilik Dua gadis cilik mati terlindas di dekat pasar sedikit darah terciprat pada celana kuli yan…
Puisi: Surat dari Oslo (Karya Toeti Heraty) Surat dari Oslo Sudah kuterima surat undangan Terima kasih, jadi anakmu akan menikah? Baru ini kali terima b…
Puisi: Saat-Saat Gelap (Karya Toeti Heraty) Saat-Saat Gelap Saat-saat gelap pertemuan – yang keramat – membenam dalam pangkuan senyap sunyi, titian yang harus dilewat…
Puisi: Dua Wanita (Karya Toeti Heraty) Dua Wanita (untuk Dewi Rais) silakan-silakan masuk senyum ringan dan berat isyarat – ada topeng di dinding belakang – rumah ini r…
Puisi: Geneva Bulan Juli (Karya Toeti Heraty) Geneva Bulan Juli (untuk J.H.) akhirnya pasrah kepada musim dan hidup jadinya seperti buku (yang t…
Puisi: Sajak Malam (Karya Seno Gumira Ajidarma) Sajak Malam Setelah usai, dentang jam dinding duabelas kali. Yogya, 1976 Sumber: Bayi Mati (1978) Analisis …
Puisi: Teranjur Basah (Karya Aprianus Gregorian Bahtera) Teranjur Basah Bulan jatuh diam di halaman malam dua hati pernah lupa menimbang arah langkah terlanjur menjejak jalan yang sama Seperti tubuh yang te…