Postingan

Puisi: Detak (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Detak pagi berdetak mengejar malamnya arloji berdetak mengejar waktunya pohon berdetak mengejar buahnya sungai berdetak mengejar lautnya siapa berdet…

Puisi: Pohon Trembesi, Pagi Songgoriti (Karya Suminto A. Sayuti)

Pohon Trembesi, Pagi Songgoriti - nita Pagi pohon trembesi. Melangkah cahaya Bersama rimbun daun-daun. Gemericik air Aroma hidup pun mengalir. Lalu k…

Puisi: Senja dan Sajak Cinta (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Senja dan Sajak Cinta Langit muram, kau pun tahu angin menyapu musim, gerimis melintas pada senja selintas, aku tak tahu masihkah ketemu ma…

Puisi: Di Balik Pintu Kuning Berdebu (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Di Balik Pintu Kuning Berdebu Di balik pintu kuning berdebu terdengar suara langkah makin mendekat sementara…

Puisi: Kitapun Terdiam Seketika (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Kitapun Terdiam Seketika Kitapun terdiam seketika waktu sedang asyik mengobrol sambil minum kopi sore itu (ada jeritan di belaka…

Puisi: Ada yang Menjerit Memanggil Namamu (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Ada yang Menjerit Memanggil Namamu Kau dorong pintu perlahan-lahan dan terkejut sesuatu menyumpal di tenggor…

Puisi: Seekor Ulat dalam Buah Jambu (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Seekor Ulat dalam Buah Jambu Aku terkejut melihat seekor ulat menggeliat dalam buah jambu ketika aku akan memakannya Aku term…

Puisi: Di Muka Cermin (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Di Muka Cermin Kutemui sekarang, orang yang sering menggangguku dengan bisik-bisik. Yogya, 1975 Sumber…

Puisi: Halilintar (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Halilintar Dan kaupun terkejut ketika kau dengar namamu disebutnya cepat-cepat. Analisis Puisi: Puisi &…
© Sepenuhnya. All rights reserved.