Postingan

Puisi: Moranbong, Pyongyang (Karya W.S. Rendra)

Moranbong, Pyongyang Aku akan tidur di rumputan di tepi kolam. Sementara undan dan belibis berenangan. Lihatlah, aku berdosa. …

Puisi: Pengorbanan (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Pengorbanan (Kepada Ibuku Marhum) Dan Tuhan pun memberikan janji Dengan tawaran pemberian pengurbanan Mati bukan suatu kebuntuan ala…

Puisi: Situasi (Karya Chairil Anwar)

Situasi ........................................................ Tidak perempuan! Yang hidup dalam diri masih lincah mengelak dari pelukanmu…

Puisi: Sajak Pulau Bali (Karya W.S. Rendra)

Sajak Pulau Bali Sebab percaya akan keampuhan industri dan yakin bisa memupuk modal nasional dari kesenian dan keindahan alam, maka Bali men…

Puisi: Padang Pasir (Karya Sapardi Djoko Damono)

Padang Pasir (1) Mengapa menggigil tiba-tiba? Kau berhenti di lampu merah waktu gadis kecil itu bernyanyi …

Puisi: Ajakan (Karya Chairil Anwar)

Ajakan Menembus sudah caya Udara tebal kabut Kaca hitam lumut Pecah pencar sekarang Di ruang legah lapang Mari ria lagi Tuj…

Puisi: Kelelawar (Karya W.S. Rendra)

Kelelawar Silau oleh sinar lampu lalu lintas aku menunduk memandang sepatuku. Aku gentayangan bagai kelelawar. Tidak gembira, tidak sedih. …

Puisi: Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono)

Aku Ingin aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan  kayu kepada api yang menjadikannya abu. aku ing…

Puisi: Waktu (Karya W.S. Rendra)

Waktu Waktu seperti burung tanpa hinggapan melewati hari-hari rubuh tanpa ratapan sayap-sayap mu'jizat terkebar dengan cekatan. Wakt…
© Sepenuhnya. All rights reserved.