Postingan

Puisi: Taman (Karya Chairil Anwar)

Taman Taman punya kita berdua tak lebar luas, kecil saja satu tak kehilangan lain dalamnya. Bagi kau dan aku cukuplah Taman kembangnya tak be…

Puisi: Ballada Ibu yang Dibunuh (Karya W.S. Rendra)

Ballada Ibu yang Dibunuh Ibu musang di lindung pohon tua meliang bayinya dua ditinggal mati lakinya. Bulan sabit terkait malam mem…

Puisi: Bunga (Karya Sapardi Djoko Damono)

Bunga (1) (1) B ahkan bunga rumput itu pun berdusta.  Ia rekah di tepi     padang waktu hening pagi terbit; siang…

Puisi: Di Mesjid (Karya Chairil Anwar)

Di Mesjid Kuseru saja Dia sehingga datang juga Kami pun bermuka-muka. Seterusnya Ia bernyala-nyala dalam dada. Segala daya memadamkannya …

Puisi: Jangan Ceritakan (Karya Sapardi Djoko Damono)

Jangan Ceritakan bibir-bibir bunga yang pecah-pecah mengunyah matahari, jangan ceritakan padaku tentang ding…

Puisi: Ballada Sumilah (Karya W.S. Rendra)

Ballada Sumilah Tubuhnya lilin tersimpan di keranda tapi halusnya putih pergi kembara. Datang yang berkabar bau kemboja dari sepotong bumi…

Puisi: Khudi (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Khudi "Aku Alpha dan Omega Kini Yang lampau Dan akan jadi" Dalamku terpentang salib Dengan darah telah kering membeku…

Puisi: Aku Berada Kembali (Karya Chairil Anwar)

Aku Berada Kembali Aku berada kembali. Banyak yang asing: air mengalir tukar warna, kapal-kapal, elang-elang serta mega yang tersanda…

Puisi: Kenangan (Karya Sapardi Djoko Damono)

Kenangan Tidak setiap orang bisa menjejalkan kenangan ke besok. Di mana gerangan tempat terbaik baginya? Ia milik kemarin, milik igau…
© Sepenuhnya. All rights reserved.