Puisi: Tak Sepadan (Karya Chairil Anwar) Tak Sepadan Aku kira: Beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasvéros. …
Puisi: Perempuan yang Tergusur (Karya W.S. Rendra) Perempuan yang Tergusur Hujan lebat turun di hulu subuh disertai angin gemuruh yang menerbangkan mimpi yang lalu tersangkut di ranting pohon…
Puisi: Sita (Karya Sapardi Djoko Damono) Sita : Kusaksikan Rama menundukkan kepala ketika aku berjalan mengitarinya sebelum terjun ke api yang disiapkan Laksmana – aku yang …
Puisi: Taman (Karya Chairil Anwar) Taman Taman punya kita berdua tak lebar luas, kecil saja satu tak kehilangan lain dalamnya. Bagi kau dan aku cukuplah Taman kembangnya tak be…
Puisi: Ballada Ibu yang Dibunuh (Karya W.S. Rendra) Ballada Ibu yang Dibunuh Ibu musang di lindung pohon tua meliang bayinya dua ditinggal mati lakinya. Bulan sabit terkait malam mem…
Puisi: Bunga (Karya Sapardi Djoko Damono) Bunga (1) (1) B ahkan bunga rumput itu pun berdusta. Ia rekah di tepi padang waktu hening pagi terbit; siang…
Puisi: Di Mesjid (Karya Chairil Anwar) Di Mesjid Kuseru saja Dia sehingga datang juga Kami pun bermuka-muka. Seterusnya Ia bernyala-nyala dalam dada. Segala daya memadamkannya …
Puisi: Jangan Ceritakan (Karya Sapardi Djoko Damono) Jangan Ceritakan bibir-bibir bunga yang pecah-pecah mengunyah matahari, jangan ceritakan padaku tentang ding…
Puisi: Ballada Sumilah (Karya W.S. Rendra) Ballada Sumilah Tubuhnya lilin tersimpan di keranda tapi halusnya putih pergi kembara. Datang yang berkabar bau kemboja dari sepotong bumi…