Postingan

Puisi: Dibawa Gelombang (Karya Sanusi Pane)

Dibawa Gelombang Alun membawa bidukku perlahan Dalam kesunyian malam waktu, Tidak berpawang, tidak berkawan, Entah kemana aku tak tahu. …

Puisi: Ballada Penyaliban (Karya W.S. Rendra)

Ballada Penyaliban Yesus berjalan ke Golgota disandangnya salib kayu bagai domba kapas putih. Tiada mawar-mawar di jalanan tia…

Puisi: Malam Mencatat Sendiri (Karya Leon Agusta)

Malam Mencatat Sendiri malam mencatat sendiri saat demi saat bintang-bintang yang pudar dan hujan yang luruh diam-diam cemas, terhempas…

Puisi: Mimpi Kita Bertuan Rindu (Karya A. Munandar)

Mimpi Kita Bertuan Rindu : H & A Mimpi kita bertuan rindu Tak tentu ke mana hati 'kan berpalu. Ke tengahkah atau ke hulu…

Puisi: Bayi dalam Kardus (Karya Leon Agusta)

Bayi dalam Kardus - Salam buat Ucu Agustin - Tiba waktu, ia pun lahir Di bawah kolong jembatan layang, Sayang Tak ada tangan mem…

Puisi: Sendiri dalam Gelap (Karya Ikranagara)

Sendiri dalam Gelap Akulah anak pertama yang sendiri di tepi jurang Disapa kabut malam hari Akulah hati yang kedinginan Gemetar Terbuncang dalam duka…

Puisi: Negeri Kata-Kata (Karya Leon Agusta)

Negeri Kata-Kata Berapa usia kata-kata? Pepatah dan petitih? Tua betapa pun tak renta Tak mengenal ajal Jajaran rumah sepanjang loron…

Puisi: Si Ikan Asin (Karya F. Rahardi)

Si Ikan Asin si ikan asin yang gurih yang dipanggang; yang ditendang yang di …. yang telah dilupakan tak diingat-ingat lagi tak disebu…

Puisi: Kenangan (Karya A. Munandar)

Kenangan Dan saat aku melihat kembali, debu-debu itu telah beranak-pinak. Bunga angin tidak bisa melenyapkan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.