Postingan

Puisi: Di Bukit Pengalengan (Karya Medy Loekito)

Di Bukit Pengalengan Bara merah senja mencabik dingin serakah melahap daun-daun teh yang terhampar di bukit-bukit berbatas pohon pinus d…

Puisi: A Commemoration (Karya Medy Loekito)

A Commemoration Betapa indah awal sebuah petaka tatkala cinta dan berahi tak lagi punya batas dan segumpal nilai seketika hilang makna tid…

Puisi: Inginmu (Karya Medy Loekito)

Inginmu Bila batu jadinya inginmu jadilah batu pualam mengabdi tanpa luka. Bila air jadinya inginmu j…

Puisi: Di Beranda (Karya Medy Loekito)

Di Beranda Duduk di beranda angin mengantar daun gugur senja hari. Sumber: Airmata Tuhan (2009) Analis…

Puisi: Dari Balik Jendela Puncak Chase Plaza (Karya Medy Loekito)

Dari Balik Jendela Puncak Chase Plaza Dari balik jendela puncak Chase Plaza Jakarta terkapar di bawah terhi…

Puisi: Sketsa Malam (Karya Medy Loekito)

Sketsa Malam Bulan perak mengalir di sungai-sungai gemetar di kolam-kolam. Analisis Puisi: Puisi "…

Puisi: Pengembara (Karya Fitri Yani)

Pengembara engkau yang mengunjungi kota berbekal rencana dan doa yang berdesakan di halte-halte tua jalan raya dan selasar pasar berbesar ha…

Puisi: Siang dan Malam Tak Memisah Hujan (Karya Leon Agusta)

Siang dan Malam Tak Memisah Hujan Siang dan malam tak memisah hujan. Juga sepi Waktu kita tengadah ke langit, tak terkilas apa-apa Cuma ara…

Puisi: Senandung Tak Bernama (Karya Abrar Yusra)

Senandung Tak Bernama Apatah Dunia bagiku? Mungkin sebuah rumah untuk sebentar waktu. Atau mungkin suatu daerah pengembaraan asing Tak ada rumahku, r…
© Sepenuhnya. All rights reserved.