Puisi: Sesudah Gelas Pecah (Karya Wahyu Prasetya) Sesudah Gelas Pecah sebelum kau selesaikan lagu terakhir telinga itu terlepas asap rokok yang membakar seorang teman dari kertas berhadapan dengan me…
Puisi: Seorang Nenek di Hari Proklamasi Kemerdekaan (Karya F. Rahardi) Seorang Nenek di Hari Proklamasi Kemerdekaan Sambil menggendong cucu dan mengunyah-ngunyah daun sirih nenek itu melihat bendera me…
Puisi: Melepaskan (Karya Fiersa Besari) Melepaskan Kita pernah merencanakan banyak hal. Menggebu-gebu, seperti remaja baru mengenal rasa. Setiap hari ada saja yang diceritakan. Dari segudan…
Puisi: Piring Terbang (Karya Nirwan Dewanto) Piring Terbang ( untuk Mao Xuhui ) Rumah mereka berlabuh di atas atau Di bawah rumpun lilaka. Bukankah Mer…
Puisi: Metamorfosa (Karya Oka Rusmini) Metamorfosa percakapan-percakapan jadi api tubuhku menjelma kayu kutanam dalam bara aku mulai rajin menjilati tubuh menyimpan hati yang mulai hi…
Puisi: Kami Menolak Lupa (Karya Fiersa Besari) Kami Menolak Lupa 21 Mei 1998, sebuah peristiwa besar terjadi di negeri ini. Namun, kebanyakan dari kita cenderung bersikap apatis. Padahal, sejarah …
Puisi: Diri (Karya Umbu Landu Paranggi) Diri Buat Is dan Rid tambah jauh diri dari tanah kelahiran tambah dalam cinta memberat di badan demi rindu yang selalu datang merundung kubukalah hat…
Puisi: Perahu (Karya Soni Farid Maulana) Perahu kau buka kancing bajuku seperti cahaya menguliti kegelapan di sebuah kamar yang kekal "ada perahu dalam tubuhmu bawa aku berlayar menuju …
Puisi: Muasal dan Muara (Karya Fiersa Besari) Muasal dan Muara Di antara dingin malam kau kembali hiasi temaram Dengan air mata remuk redam kau khawatir kisah kita suram Kau dan aku hampir menyer…