Puisi: Kenangan, Arah Segala Simpang (Karya Raudal Tanjung Banua) Kenangan, Arah Segala Simpang Setiap kita punya kata dan peta Suratan telapak tangan. Pernahkah kau baca Di luar restu tukang ramal? Aku…
Puisi: Lambaian-Lambaian Sunyi (Karya Linus Suryadi AG) Lambaian-Lambaian Sunyi lambaian-lambaian sunyi langit kelabu abadi senandung senandung duka lambaian-lambaian sunyi langit kelabu abadi adalah kehid…
Puisi: Kota Kering (Karya Linus Suryadi AG) Kota Kering Namun itu engkau bersaksi sendiri Jikalau kota-kita kering sekarang Dulu terpandang "sedap …
Puisi: Kepada Penyair Muda (Karya Saini KM) Kepada Penyair Muda (1) Sebelum tintamu menjadi darah, kata-kata akan tetap sebagai bunyi; kebisingan lain di tengah hingar-bingar dunia: Der…
Puisi: Surat yang Tak Pernah Selesai (Karya Raudal Tanjung Banua) Surat yang Tak (Pernah) Selesai (: Gus TF) Sebuah surat hakikat beribu kalimat sakitku Akan kutulis p…
Puisi: Kepada Perempuan yang Sedang Tidur (Karya Saini KM) Kepada Perempuan yang Sedang Tidur Mawar bibirmu, sejauh dahaga tubuh, menyejukkan dengan madu gaibnya. Namun kita kembali berpisa…
Puisi: Di Benteng Somba Opu, Makassar (Karya Raudal Tanjung Banua) Di Benteng Somba Opu, Makassar (: Aslan, Akhyar, Hendra Gunawan) Jangan katakan kita akan menonton reruntuhan …
Puisi: Arjuna di Padang Kurusetra (Karya Linus Suryadi AG) Arjuna di Padang Kurusetra Arjuna menyisih ke pinggir gelanggang Ia bingung menghadapi musuhnya seorang Sepa…
Puisi: Pak Guru Acil (Karya Saini KM) Pak Guru Acil Bagai pohon ranggas pada usia dua delapan Guru Acil tegar berdiri di depan kelas. Dengan sabuknya ia kendalikan pe…