Postingan

Puisi: Petruk Kumat (Karya Linus Suryadi AG)

Petruk Kumat "Padi PB, padi IR, padi PB, mbahmu Hama wereng saja tidak doyan Lha kok orang, disuruh makan…

Puisi: Lewat Jalanan (Karya Linus Suryadi AG)

Lewat Jalanan Lewat jalanan dan bentangan sunyi terik siang dan dingin malam hari haripun menyongsong hari …

Puisi: Kenangan, Arah Segala Simpang (Karya Raudal Tanjung Banua)

Kenangan, Arah Segala Simpang Setiap kita punya kata dan peta Suratan telapak tangan. Pernahkah kau baca Di luar restu tukang ramal? Aku…

Puisi: Lambaian-Lambaian Sunyi (Karya Linus Suryadi AG)

Lambaian-Lambaian Sunyi lambaian-lambaian sunyi langit kelabu abadi senandung senandung duka lambaian-lambaian sunyi langit kelabu abadi adalah kehid…

Puisi: Kota Kering (Karya Linus Suryadi AG)

Kota Kering Namun itu engkau bersaksi sendiri Jikalau kota-kita kering sekarang Dulu terpandang "sedap …

Puisi: Kepada Penyair Muda (Karya Saini KM)

Kepada Penyair Muda (1) Sebelum tintamu menjadi darah, kata-kata akan tetap sebagai bunyi; kebisingan lain di tengah hingar-bingar dunia: Der…

Puisi: Surat yang Tak Pernah Selesai (Karya Raudal Tanjung Banua)

Surat yang Tak (Pernah) Selesai (: Gus TF) Sebuah surat hakikat beribu kalimat sakitku Akan kutulis p…

Puisi: Kepada Perempuan yang Sedang Tidur (Karya Saini KM)

Kepada Perempuan yang Sedang Tidur Mawar bibirmu, sejauh dahaga tubuh, menyejukkan dengan madu gaibnya. Namun kita kembali berpisa…

Puisi: Di Benteng Somba Opu, Makassar (Karya Raudal Tanjung Banua)

Di Benteng Somba Opu, Makassar (: Aslan, Akhyar, Hendra Gunawan) Jangan katakan kita akan menonton reruntuhan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.