Postingan

Puisi: Sisa Jembatan Tua (Karya Kirdjomuljo)

Sisa Jembatan Tua Bukan senja yang tenggelam mengaburkan mataku Tapi bayangan masa silam menatapku tiba-tiba Kuingat di sini t…

Puisi: Di Tanganmu (Karya Kirdjomuljo)

Di Tanganmu Kepada siapa akhirnya berjuta hati menatap Kepada mereka yang bersedia berbagi hati kepadanya Kepada siapa akhirnya suara mengu…

Puisi: Perbandingan (Karya Mansur Samin)

Perbandingan Siang makin tenang saja mengisi hangat ruang angin segar dari pelabuhan di ranjang kudapati kau telanjang dan diam sedang di …

Puisi: Di Padang Sujud (Karya Tjahjono Widarmanto)

Di Padang Sujud detak arloji berlari di dinding hati berlumut mendesak malam yang selalu saja berkabut untuk kali kesekian aku menc…

Puisi: Percakapan Telapak Sepatu Berlumuran Lumpur Kuburan (Karya Taufiq Ismail)

Percakapan Telapak Sepatu Berlumuran Lumpur Kuburan (1) Sepasang sepatu, kiri dan kanan Sedang memperbincangkan…

Puisi: Lagu Cinta Tiada Langsung (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Lagu Cinta Tiada Langsung Ia hendak lalu cintaku yang datang, cintaku yang hilang Bulan sudah lama diam terbenam Sesudah berlayar di mega …

Puisi: Jika Malam (Karya Wedha Asmara)

Jika Malam Jika malam berbuah bulan aku rindukan malam sebab tak ada lagi alasan untuk tidak mencintainya Jika malam begitu dingin t…

Puisi: Segulung Ombak di Dalam Samudra Biru (Karya Mawie Ananta Jonie)

Segulung Ombak di Dalam Samudra Biru ( Sebuah Cerita Buat Anakku Pinta ) (1) 100 tahun yang lalu anakku, tatk…

Puisi: Di Bawah Merkuri Cikini (Karya Acep Zamzam Noor)

Di Bawah Merkuri Cikini Berteduh dari kejaran waktu Laguan rindu dalam kesumat udara Sunyi juga Sekian nama, pun sekian peristiwa berlalu Semua kupah…
© Sepenuhnya. All rights reserved.