Postingan

Puisi: Di Sebuah Basilica, Assisi (Karya Acep Zamzam Noor)

Di Sebuah Basilica, Assisi Aku menjelma sebuah patung Ketika kusaksikan berbagai adegan penyaliban Di dinding. Langkahku berujung di makam orang suci…

Puisi: Di Rumah Duka (Karya Kurniawan Junaedhie)

Di Rumah Duka Di rumah duka, hanya cericit burung dan arwah mendiang yang berkisar di antara kami. Kepala kami menunduk Wajah kami muram…

Puisi: Betapa Lucu (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Betapa Lucu Betapa lucu! Betapa lucu! Kebenaran dikendalikan orang-orang kacau, tapi kebenaran yang kacau…

Puisi: Tuhan, Tuhan, Kenapa Kau Tinggalkan Daku? (Karya Kurniawan Junaedhie)

Tuhan, Tuhan, Kenapa Kau Tinggalkan Daku? Aku telentang di rumput yang penuh onak kayu Sungai mengalir dera…

Puisi: Meja Makan (Karya Joko Pinurbo)

Meja Makan Tubuhmu yang pulang terbujur di atas meja makan. Tubuh kenangan yang telah mengarungi laut, merambah hutan. Aku bersama dua…

Puisi: Agustus (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Agustus Kalau saja, di Pegangsaan itu, dulu Tak ada seseorang yang menyeru Dengan bendera dan lagu baru Tentang hak segala bangsa Apakah…

Puisi: Zikir Malam (Karya Mahdi Idris)

Zikir Malam Kurenungkan, seberapa larut malam beranjak angin bersiul begitu dingin menyengat tubuh lusuh dalam perahu malam namun zikirku …

Puisi: Empat Sajak Nasehat (Karya Raudal Tanjung Banua)

Sajak Nasehat (1) Kotek-kotek induk ayam bertelur lima menetes tiga jangan begitu, katamu sedikit berbuat ribut sekampung o, induk katung …

Puisi: Dengan Sepatu Kecil Anak-Anak yang Menyeberang (Karya Goenawan Mohamad)

Dengan Sepatu Kecil Anak-Anak yang Menyeberang in memoriam Aylan Kurdi (2012-2015) Tentu saja di pulau itu orang-orang Kos tak mendengar dera…
© Sepenuhnya. All rights reserved.