Postingan

Puisi: Mantra Kematian (Karya Herman RN)

Mantra Kematian O, aku sudah melangkah ke masjid, gereja, pura, dan wihara Tak kudapati sebuah pun kitab yang mendidik saling tusuk dan tembak …

Puisi: Langkah-Langkah Cinta (Karya Hasbi Burman)

Langkah-Langkah Cinta Suit angin pagi hari ini desah suaranya semakin jauh menapak belukar cita dan gapai sudah lunglai sebelum titik pertemu…

Puisi: Rumah (Karya Nersalya Renata)

Rumah ibu selalu menjadikan dirinya rumah bagi ayah rumah yang sekelilingnya dipagari rumah yang diubah-ubah ayah warna dinding…

Puisi: Perempuan Perkasa Itu Bernama Ibu (Karya Diah Hadaning)

Perempuan Perkasa Itu Bernama Ibu Telah kau suratkan dengan cinta dan kesabaran dalam memaknai kehidupan bagi putra-putri harapan pewaris …

Puisi: Sajak Busuk (Karya Sosiawan Leak)

Sajak Busuk Sajakku, sajak yang kau bilang busuk dan usang takkan pernah mau telanjang memamerkan kemaluan seperti dirimu yang kadang pula…

Puisi: Hari Senin (Karya Nana Riskhi Susanti)

Hari Senin Tepat di hari senin aku katakan padamu lewat daun-daun berguguran di telapak kakiku inilah mimpiku yang cuma di pertemuan k…

Puisi: Aku dan Dia (Karya Wiratmadinata)

Aku dan Dia Aku bayangkan dia datang tersenyum dengan manis dan bermain bola di halaman. Aneh. Bahkan tak bi…

Puisi: Di Studio Husin (Karya Cecep Syamsul Hari)

Di Studio Husin Husin menafsirkan muasal manusia pada abstraksi lingkaran Digelapkannya langit dengan warna dosa pertama Di seb…

Puisi: Bersama Angin (Karya Acep Zamzam Noor)

Bersama Angin Bersama angin aku mengalir, merayapi Bukit dan lembah, mengisi lekuk-lekuk sunyi Subuh masih jauh dan tubuhku menggigil Bergulingan mem…
© Sepenuhnya. All rights reserved.