Postingan

Puisi: Kata-Mu Tuhan (Karya J. E. Tatengkeng)

Kata-Mu Tuhan Kata-Mu Tuhan, yang kau benamkan Dalam kandungan sukmaku, O, Tuhan telah kulemaskan Dalam lautan dosaku. Bukan caya-Mu me…

Puisi: Di Bawah Pohon (Karya J. E. Tatengkeng)

Di Bawah Pohon Daunan kayu permainan angin Sinarnya syamsu hinggap di dahan Bayu berembusan hawa yang dingin Semerbak bunga be…

Puisi: Di Lereng Gunung (Karya J. E. Tatengkeng)

Di Lereng Gunung              Di lereng gunung,              Aku termenung,              Duduk di sisi              Kekasih hati. Kami …

Puisi: Setelah Sukma Meletih (Karya J. E. Tatengkeng)

Setelah Sukma Meletih Setelah sukma lemah letih, Ya, Tuhan, Setelah kucari keliling alam 'kan penghiburan, Tapi tinggal menusuk arus …

Puisi: Kusangka (Karya J. E. Tatengkeng)

Kusangka Kusangka hiduppun sungguh cantik, Sedang dan indah di taman alam, Kembang yang harum kuharap petik, Kurindu terang, tidakkan malam…

Puisi: Akhir Kata (Karya J. E. Tatengkeng)

Akhir Kata Semalam dingin sekali, Kini pagi terang cemerlang, ... Kuangkat kaki melangkah masuk ke dalam taman; Udara yang segar, Alam ya…

Puisi: Rumah Sakit Umum (Karya Ama Achmad)

Rumah Sakit Umum Orang-orang mendatangiku dengan nyeri yang tak bisa lagi disembunyikan senyuman. Sebagian lain datang bersama kematian separuhnya pu…

Puisi: Bertamu ke Kuburan Ayah (Karya Beni Satryo)

Bertamu ke Kuburan Ayah Aku bertamu ke kuburan ayah. Memohon doa restu. "Kemarin kemiskinan datang ke rumah," kataku. "Ia melamar ibu.…

Puisi: Bunyi yang Ada Meski Kau Berusaha Menutup Telinga (Karya Ama Achmad)

Bunyi yang Ada Meski Kau Berusaha Menutup Telinga Kamu mendengar hujan yang tak ada. Mungkin sebuah bisik yang jauh atau keluh yang dekat. Kamu menut…
© Sepenuhnya. All rights reserved.