Postingan

Puisi: Teringat pada Daun (Karya Eka Budianta)

Teringat pada Daun Bagaimana aku bisa lupa padamu, daun Setelah kauajar selama bertahun-tahun Menghadapi berbagai musim dan kekecewaan Di laut, sekar…

Puisi: Orkes Pemupus Dendam (Karya Beni Satryo)

Orkes Pemupus Dendam Di bawah langit yang masih muda lelaki bershio gabah berjalan terhuyung. Ia sudah tak punya lagi keberanian. Pagi datang menghun…

Puisi: Metronom (Karya Ama Achmad)

Metronom Seperti kau membuka jendela, membiarkan angin dan bunyi beriringan tiba di depanmu. Seperti kau mendengarkan debur yang pelan, membiarkan ai…

Puisi: Rumah Puisi (Karya Ajamuddin Tifani)

Rumah Puisi mengapa masih jua limpas rindu lautmu setelah kuciptakan surau di puncak karang setelah kuhiasi langit malammu dengan tujuhpuluhribu kuba…

Puisi: Dari Seorang Guru kepada Murid-Muridnya (Karya Hartojo Andangdjaja)

Dari Seorang Guru kepada Murid-Muridnya Apakah yang kupunya, anak-anakku selain buku-buku dan sedikit ilmu sumber pengabdian kepad…

Puisi: Duri Dalam Daging (Karya Beni Satryo)

Duri Dalam Daging Semerbak wangi terpal. Aroma tubuh yang hancur dikoyak badai pecel lele. Temukan penunjuk arahmu kesetiaan adalah daun kemangi di d…

Puisi: Mompopot (Karya Ama Achmad)

Mompopot : Madina Ia ingat semua itu: tirai berkilauan dipasang, sirih, pinang, dan helai daun pacar tertata di dulang. Ia kenali seluruhnya: ibu den…

Puisi: Mari ke (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Mari ke Mari ke gunung. Tinggalkan kamar pengap, rumah gelap yang mengurung. Lepas dari dunia sehari-hari akrab Gudang beban dan kesulitan selama ini…

Puisi: Warung Nenek (Karya Andy Sri Wahyudi)

Warung Nenek Kata nenek, perasaan terbuat dari tepung terigu "hallo... nenek sedang apa?" "sedang jualan tepung terigu o on!&…
© Sepenuhnya. All rights reserved.