Postingan

Puisi: Berikan Daku Belukar (Karya J. E. Tatengkeng)

Berikan Daku Belukar Terhanyut oleh aliran zaman, Aku terdampar di dalam taman, Kuheran amat, Memandang tempat! Di situ nyat…

Puisi: Astrea (Karya Beni Satryo)

Astrea Melaju dengan Honda Astrea pulang ke tanah Jawa. Nasib lucut dari dalam berkat berjatuhan di jalan raya lalu kaupungut dan kauikat dengan tali…

Puisi: Keterampilan Membaca Laut (Karya Ama Achmad)

Keterampilan Membaca Laut Semuanya dimulai dengan pertanyaan ini: dari mana warna biru itu? Pertanyaan ini kutanyakan pada laut, gorden jendelamu dan…

Puisi: Demokrasi Dunia Ketiga (Karya Agus R. Sarjono)

Demokrasi Dunia Ketiga Kalian harus demokratis. Baik, tapi jauhkan tinju yang kau kepalkan itu dari pelipisku bukankah engkau… Tutup mulut! …

Puisi: Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi Seperti inikah nuansa demokrasi saat partai politik giat memonopoli calon-calon pemimpin yang hendak naik …

Puisi: Di Restoran (Karya Beni Satryo)

Di Restoran Kau bertanya banyak hal saat kita mampir di restoran itu. Ini apa? Lada. Ini? Garam dan saus. Itu apa? Pisau dan garpu. Itu? Kau menunjuk…

Puisi: Sebelum Malam (Karya Ama Achmad)

Sebelum Malam Kau dan aku tidak menyalakan api, meski kadang kita bayangkan sebuah malam yang hangat dengan sedikit percakapan dan ciuman yang basah.…

Puisi: Sirotol Mustakim (Karya Munawar Syamsuddin)

Sirotol Mustakim Sudah kubentang jalan tol  Sejak di dalam rahim Jembatan sirotol mustakim Tegak lurus total Menembus surga Dari gua g…

Puisi: Hujan, Jalak, dan Daun Jambu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Hujan, Jalak, dan Daun Jambu Hujan turun semalaman. Paginya jalak berkicau dan daun jambu bersemi; mereka tidak mengenal gurindam …
© Sepenuhnya. All rights reserved.