Puisi: Pelayaran (Karya D. Zawawi Imron) Pelayaran Sehampar pantai disebut bandar serasa menyimpan telur-telur kelam pada bibirnya yang lengang omba…
Puisi: Presiden Boleh Pergi Presiden Boleh Datang (Karya Taufiq Ismail) Presiden Boleh Pergi Presiden Boleh Datang Sebuah orde tenggelam sebuah orde timbul tapi selalu saja ada suatu lapisan masyarakat di atas …
Puisi: Kerapan (Karya: D. Zawawi Imron) Kerapan (1) Saronen itu ditiup orang darah langit jatuh di padang, hatimu yang ditapai menjadi sarapan siang…
Puisi: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail) Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain. Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur. …
Puisi: Perjalanan Laut (Karya D. Zawawi Imron) Perjalanan Laut Dalam begini, meski bisa 'ku tebak kabut yang besok akan meledak, renyai musim labuh akan…
Puisi: Tukang Potret Keliling (Karya Joko Pinurbo) Tukang Potret Keliling Cita-citanya tinggal satu: memotret seorang pujangga yang ia tahu tak pernah suka di…
Puisi: Di Pegunungan (Karya Rachmat Djoko Pradopo) Di Pegunungan di sini, angin hijau mendinginkan kegerahan menghapus debu-debu kota inilah napas segar, dengan butir-butir oksigen bening …
Puisi: Cita-Cita (Karya Joko Pinurbo) Cita-Cita Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja supaya saya dan s…
Puisi: Anak yang Angkuh (Karya W.S. Rendra) Anak yang Angkuh Betapa dinginnya air sungai. Dinginnya. Dinginnya! Betapa dinginnya daging duka yang membaluti tulang-tulangku. …