Postingan

Puisi: Dambaanku (Karya Oka Rusmini)

Dambaanku damba hatiku tuk bertemu-Mu dalam pasrah meredah perjalanan dari sebuah ketakwaan bersama kedamaian hakiki damba jiwaku ingin bersua-Mu di …

Puisi: Membaca Masa Lalu (Karya Nurhayat Arif Permana)

Membaca Masa Lalu "Aku sudah melepaskanmu, dayang," katanya ketika membaca skenario tebal sehabis merapikan Nostradamus. Tampaknya dia ke…

Puisi: Lagu Pecinta Negeri (Karya Moh. Wan Anwar)

Lagu Pecinta Negeri bayangan hitam berkelebat di luar rumah menciptakan getar aneh di cangkir kopi dan menggores huruf-huruf pada namaku seperti keri…

Puisi: Kangen (Karya Iyut Fitra)

Kangen (sekadar catatan buat nonera) di sini aku hanya sendiri, sayang tidak seperti hari-hari lain, dadamu kau selimutkan untuk segala gelisahku, ke…

Puisi: Sinopsis Legenda (Karya Iyut Fitra)

Sinopsis Legenda sebagai tuahkah, malin atau si jebat entahlah, berkali kugulung-kembangkan layar dengan warna berbeda, sampai nyaris sempurna laut k…

Puisi: Cinta Kasih Kosovo (Karya Oka Rusmini)

Cinta Kasih Kosovo dari kejauhan terdengar suara tangisan raungan kepedihan kehancuran kematian akibat dari penindasan penghapusan etnik dan tunjuk k…

Puisi: Aku Takut (Karya Nurhayat Arif Permana)

Aku Takut aku takut jika malam tiba-tiba menjadi siang sementara aku sedang mencari-cari kata yang telah kita sepakati itu jangan dibiarkan merajalel…

Puisi: Mataku Luka (Karya Moh. Wan Anwar)

Mataku Luka mungkin kaulah yang membuat mataku luka sebelum mereka riuh mengibarkan kata-kata kaukirim aku sapu tangan untuk mengusap air mata dan ke…

Puisi: Luka Padang (Karya Iyut Fitra)

Luka Padang "jangan ucap apa-apa kalau hanya berarti selamat malam!" lalu diantarkan kita ke berbagai persoalan tahun-tahun hanyut. seperti…
© Sepenuhnya. All rights reserved.