Postingan

Puisi: Di Depan Patung Tolstoy (Karya Rahman Arge)

Di Depan Patung Tolstoy Mata tajam di lekuk dalam Rimba janggut putihmu menatapku Seakan engkau menyeruku Sudah baca War and Peace? Supaya kau tahu D…

Puisi: Silhuet (Karya Gunoto Saparie)

Silhuet termangu di pinggir jendela, di waktu senja kunikmati angin semesta, dalam redup cuaca lalu sunyi pun luruh, mengendap dalam kelam tak ada su…

Puisi: Debu di Blouse Merah (Karya Bakdi Soemanto)

Debu di Blouse Merah Debu jalan ikut mewarnai blouse -mu yang merah darah. Darah dan debu warna kehidupan. Janganlah deb…

Puisi: Titik (Karya Gunoto Saparie)

Titik titik tanda kita berhenti namun tidak pernah bisa kita justru suka pada koma sabda tak kunjung usai Analisis Puisi: Puisi "Tit…

Puisi: Mengharap Kasih-Nya (Karya Oka Rusmini)

Mengharap Kasih-Nya senja nan murah mengingat sejarah lampau lelaki tua hilang pertimbangan tanpa ehsan tanpa kasih tanpa sempadan bunga kesayangan d…

Puisi: Aku Ingin Keluar Kamar (Karya Nurhayat Arif Permana)

Aku Ingin Keluar Kamar aku ingin keluar kamar mengajakmu mencari kupu-kupu dan bunga rumput tetapi kamarku terang seketika ntah karena bola lampu ata…

Puisi: Hawa Hari Ini (Karya Oka Rusmini)

Hawa Hari Ini hari ini dirimu tidak seperti dulu sembunyi di balik kelambu biru tersorok pada kelambu kelabu mengapa dungu di persoalan beribu bicara…

Puisi: Smaradana (Karya Nurhayat Arif Permana)

Smaradana harus dengan sungguh-sungguh kukatakan pabila tidur, aku akan mendoakanmu terlebih dulu agar malam menjaga mimpimu dan mengumandangkan ny…

Puisi: Aku Kira (Karya Moh. Wan Anwar)

Aku Kira aku kira lautan akan tetap saja lautan bila matamu curiga pada kehadiranku pada kapal yang lebih menaklukkan air mata pulau-pulau akan tetap…
© Sepenuhnya. All rights reserved.