Postingan

Puisi: Tungku (Karya Ita Dian Novita)

Tungku pada sebuah tungku kita mencoba membakar sepi tetapi pintu selalu berderit mengabarkan seloroh hujan di luar sana semakin dingin mimpi kita me…

Puisi: Bakauheni, Ketika Kapal Merapat (Karya Husnul Khuluqi)

Bakauheni, Ketika Kapal Merapat aku mulai mencintai ruap garam tanah cadas, burung-burung camar juga kecipak ombak yang membentur batu-batu di ujung …

Puisi: Desember dan Pembuktian (Karya Diah Hadaning)

Desember dan Pembuktian Seorang muda mata binar dada simpan getar jiwa tak kenal ingkar menatap kuat matahari Desember hari kedua. Kal…

Puisi: Awal Segala Ikhwal adalah Cinta (Karya Abdul Wachid B.S.)

Awal Segala Ikhwal adalah Cinta Awal segala ikhwal adalah Cinta Dan dengan Cinta Kata menyapa yang Semula tiada "Aku ingin dikena…

Puisi: Pemandangan Hujan Malam Hari (Karya Kurniawan Junaedhie)

Pemandangan Hujan Malam Hari Hujan malam hari meletakkanku di pucuk pohon persis di atas jendela rumahku. Rumahku tampak kecil seperti kardus. Di …

Puisi: Aku Berduka atas Matinya Kita (Karya Ehfrem Vyzty)

Aku Berduka atas Matinya Kita Sepenggal luka masih deras mengeluarkan darah-darah pada kepala Sejuta dendam masih setia menikam rindu  atas kenangan…

Puisi: Guru Belia yang Tertidur di Buku Sejarah (Karya Acep Syahril)

Guru Belia yang Tertidur di Buku Sejarah Guru-guru belia itu hidup dan tertidur di buku-buku sejarah bangsa lain yang kadang bermimpi dan mabuk …

Puisi: Di Kedalaman Tubuhku Tumbuh Sebatang Pohon Api (Karya Tjahjono Widarmanto)

Di Kedalaman Tubuhku Tumbuh Sebatang Pohon Api Kuukir relief-relief doaku sebagai dinding rindu yang memanjang antara gigir pantai laut utara …

Puisi: Catatan Seorang Pedagang di Pasar Terong Makasar (Karya M. Aan Mansyur)

Catatan Seorang Pedagang Di Pasar Terong Makasar Dulu aku tak percaya orang lain berani mengusirku dari rumah sendiri. Tapi kota ini memaksaku paham …
© Sepenuhnya. All rights reserved.