Postingan

Puisi: Sawojajar 5, Yogya (Karya W.S. Rendra)

Sawojajar 5, Yogya Memasuki pintu halamannya kujumpai pohon-pohon yang kabur kerna malam sudah turun. Rumahnya bagai kotak …

Puisi: Sajak Tafsir (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sajak Tafsir (1) Siapa gerangan berani menafsirkanku sebagai awan yang menjadi merah ketika senja? Aku batu. Kota boleh mengembar…

Puisi: Surat Ini Adalah Sebuah Sajak Terbuka (Karya Taufiq Ismail)

Surat Ini Adalah Sebuah Sajak Terbuka Surat ini adalah sebuah sajak terbuka Ditulis pada sebuah sore yang biasa. Oleh Seorang warganegara bi…

Puisi: Blues untuk Bonnie (Karya W.S. Rendra)

Blues untuk Bonnie Kota Bostron lusuh dan layu kerna angin santer, udara jelek, dan malam larut yang celaka. Di dalam café itu …

Puisi: Jakarta Juli 1996 (Karya Sapardi Djoko Damono)

Jakarta Juli 1996 Katamu kemarin telah terjadi ribut-ribut di sini. Sisa-sisa pidato, yel, teriakan, umpa…

Puisi: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail)

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain. Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur. …

Puisi: Ballada Kasan dan Patima (Karya W.S. Rendra)

Ballada Kasan dan Patima Bila bulan limau retak merataplah Patima perawan tua. Lari ke makam tanah mati buyar rambutnya sulur rimba d…

Puisi: Di Atas Batu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Di Atas Batu ia duduk di atas batu dan melempar-lemparkan kerikil     ke tengah kali ia gerak-gerakkan kaki-kak…

Puisi: Presiden Boleh Pergi Presiden Boleh Datang (Karya Taufiq Ismail)

Presiden Boleh Pergi Presiden Boleh Datang Sebuah orde tenggelam sebuah orde timbul tapi selalu saja ada suatu lapisan masyarakat di atas …
© Sepenuhnya. All rights reserved.