Postingan

Puisi: Lapar, Dahaga, Bianglala (Karya Abdul Wachid B. S.)

Lapar, Dahaga, Bianglala Selain lapar dan dahaga Selain derita dan nestapa Apa yang kuperoleh dari masokism…

Puisi: Hongkong (Karya W.S. Rendra)

Hongkong Di Hongkong kita tersenyum, menegur sapa, tapi mereka memandang kita dengan curiga. Bagai si pandir atau si gila dihina. Di kota…

Puisi: Gerimis (Karya Abdul Hadi WM)

Gerimis (1) Seribu gerimis menuliskan kemarau di kaca jendela Basah langit yang sampai melepaskan senja Bersa…

Puisi: Serenada Merjan (Karya W.S. Rendra)

Serenada Merjan Angkatlah pandang matamu ke swarga loka, ke sejuta lilin alit yang gemetar. Semerbak bau kesturi dan endapan …

Puisi: Barat dan Timur (Karya Abdul Hadi WM)

Barat dan Timur Barat dan Timur adalah guruku Muslim, Hindu, Kristen, Buddha, Pengikut Zen dan Tao Semua ada…

Puisi: Sajak Potret Keluarga (Karya W.S. Rendra)

Sajak Potret Keluarga Tanggal lima belas tahun rembulan, Wajah molek bersolek di angkasa. Kemarau dingin jalan berdebu. Ular yang lewat dipa…

Puisi: Bunga Gugur (Karya Abdul Hadi WM)

Bunga Gugur Gerimis pecah berderai seperti airmataku Bunga lepas dari tangkai gugur dan layu Di ufuk …

Puisi: Berpalinglah Kiranya (Karya W.S. Rendra)

Berpalinglah Kiranya (Tentang seorang pengemis yang terlalu) Berpalinglah kiranya mengapa tiada kunjung juga? muka dengan parit-…

Puisi: Amsal Seekor Kucing (Karya Abdul Hadi WM)

Amsal Seekor Kucing Selalu tak dapat kulihat kau dengan jelas padahal aku tidak rabun dan kau tidak pula berca…
© Sepenuhnya. All rights reserved.