Puisi: Bangga Aku Jadi Rakyat Indonesia (Karya Handrawan Nadesul) Bangga Aku Jadi Rakyat Indonesia Bangga aku jadi rakyat Indonesia Guru lapar masih tertawa Anak makan tiwul…
Puisi: Suaramu Telah Memikat Ingatanku (Karya Agus Noor) Suaramu Telah Memikat Ingatanku (untuk #L) Suaramu telah memikat ingatanku, hari ini kurasakan suaramu, se…
Puisi: Penumpang (Karya Iyut Fitra) Penumpang Bukan tentang lengang. tapi perihal yang membuat mimpi terbelah sebagaimana burung-burung seolah ter…
Puisi: Piano (Karya Joko Pinurbo) Piano : Ananda Sukarlan Telah kuserahkan hatiku yang lelah ke dalam tanganmu, piano. Cepat, cepat mainkan…
Puisi: Menunggu Ramadhan (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Menunggu Ramadhan Kutunggu hadirmu serupa lelaki yang lama menunggu kekasihnya di stasiun kota. Di tengah gegap…
Puisi: Jatuh Cinta Kepadamu (Karya Abdul Wachid B. S.) Jatuh Cinta Kepadamu Jatuh cinta kepadamu Padang ilalang merayakan kembang putihnya Musim kemarau tidak lagi …
Puisi: Agustus (Karya Iswadi Pratama) Agustus Di Timur pagi, Agustus seperti sebaris eucalyptus di lereng bukit yang mulai tandus. Hampir rebah dan tersia. Tinggal jubah kemarau yang …
Puisi: Biokimia Rindu (Karya Nezar Patria) Biokimia Rindu (1) Berapa lama kita harus memohon kepada karbon agar pohon-pohon menghidupkan kembali kenangan yang terbakar musim tak tepat waktu (2…
Puisi: Sepeninggal Ibu (Karya Abdul Wachid B. S.) Sepeninggal Ibu kusapa perempuan di jalannya tidak sebagai kemarin: mata bunga biru kehijauan lengkung al…