Puisi: Di Singapura (Karya Abdul Wachid B. S.) Di Singapura sejak turun dari garuda di bandara changi hatiku dihinggapi oleh rasa sepi tiba-tiba tidak ada…
Puisi: Segelas Air Bening (Karya Abdul Wachid B. S.) Segelas Air Bening sebelum subuh kau selalu membangunkanku dari tidur yang menjadi obat bagi lelah lahir bati…
Puisi: Gadis Kecil dan Paus Bertanduk (Karya Avianti Armand) Gadis Kecil dan Paus Bertanduk – untuk Pita Di batas laut yang selalu pergi, gadis kecil dan paus bertanduk itu diam mengapung. Sulit menguc…
Puisi: Tengah Malam (Karya Wayan Jengki Sunarta) Tengah Malam anggur vacqueyras dan beringer muncul dari kolong dingin ada yang hilang dari kehidupan, ada yang hangatkan jiwa siapaka…
Puisi: Elegi (Karya Joko Pinurbo) Elegi Maukah kau menemaniku makan? Makan dengan piring yang retak dan sendok yang patah. Makan, menghabiskan hatiku yang pecah. …
Puisi: Pagi, di Stasiun (Karya Goenawan Mohamad) Pagi, di Stasiun Dari ujung Tugu rel melengkuas burung jatuh pada loko lelah Seharusnya ada peluit Seharusnya seseorang menjerit S…
Puisi: Calon Jenazah (Karya Joko Pinurbo) Calon Jenazah Dalam pidato pelepasan jenazah bapak tua yang awet muda itu berkata, "Para calon jenazah yang mulia, mari kita ikhlaska…
Puisi: Via Dolorosa (Karya Gerson Poyk) Via Dolorosa makin terasa ada kesementaraan berbunga dalam dada bila kematian tadi di bayang sendiri tanah kelahiran selalu menerima kepedihan umur s…
Puisi: Kapan Lagi (Karya Joko Pinurbo) Kapan Lagi Kapan lagi kau bisa duduk manis di bawah pohon cemara, mendengarkan beberapa ekor puisi berkicau…