Postingan

Puisi: Usai Pertemuan (Karya Dimas Arika Mihardja)

Usai Pertemuan Apakah yang kalian lipat usai pertemuan? Ya genang kenangan saat dada kita saling merapat, merapal…

Puisi: Jarak, Saat Menjauh (Karya Dimas Arika Mihardja)

Jarak, Saat Menjauh Tentu saja aku meluka! Masih kuhafal harum parfum di leher jenjang saat ayat tiba-tiba menyaya…

Puisi: Tiga Bait bagi Ibu Bumi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Tiga Bait bagi Ibu Bumi Ibu, ah, ibu bumi berabad-abad engkau mengandung akar pohon menampung air mata duka lalu mengalirkannya …

Puisi: Restorasi Puisi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Restorasi Puisi (: Goenawan, Sapardi, Subagio) Asmaradana, kabarkan pada pariksit senja bangkit dan menara ada…

Puisi: Di Punggung Bukit (Karya Dimas Arika Mihardja)

Di Punggung Bukit Duduk di atas undakan peradaban bukit-bukit tersaput kabut hanya punggungmu bergaris meriwayatkan gerimis. Panorama ala…

Puisi: Badan Demam Ruhku Demam (Karya Abdul Wachid B. S.)

Badan Demam Ruhku Demam Badan demam oleh sesuatu yang Menari-nari bagai gasing Di dalam lubuk hati yang Dilapisi oleh yang bernama, Sayang …

Puisi: Beri Saja Satu Puisi Kepada Wanita (Karya Abdul Wachid B. S.)

Beri Saja Satu Puisi Kepada Wanita (Arif Hidayat) Pernyataan cinta tidak harus dengan kata penampilan cinta tidak mesti dengan ber…

Puisi: Syi'iran Sunan Bonang (Karya Abdul Wachid B. S.)

Syi'iran Sunan Bonang bunyi bonang di masa kecil itu ditabuh kembali oleh hati yang sembahyang di sebuah surau sentana di sini tidak a…

Puisi: Yang Bertanya Dalam Malam (Karya Abdul Wachid B. S.)

Yang Bertanya Dalam Malam berkali lagikah mesti kujeritkan namamu agar memancar wajahmu dari hadapan dan o,…
© Sepenuhnya. All rights reserved.