Postingan

Puisi: Dalam Bayang (Karya Lazuardi Anwar)

Dalam Bayang Dalam bayang luka riang riak laut danau meramu ke dalam. Angin sore menampar pada pipi aiih, apakah engkau gadis yang kucari ombak danau…

Puisi: Jangan Biarkan Aku Kelu (Karya Taufiq Ridwan)

Jangan Biarkan Aku Kelu Telanjanglah depanku O engkau yang ada Ataukah engkau Tiada? Antara wajah engkaukah itu                         menatap? Anta…

Puisi: Hari-Hari di Musim Panas (Karya Mahbub Djunaidi)

Hari-Hari di Musim Panas Landai tanah tiada bertopi Bendungan air gemuruhnya sepi Merayaplah tiap tumbuhan merayap Gemuruh tiada ‘kan sampai tepi Kus…

Puisi: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Beribu pulauku, Indonesia Luas samudramu tak bertepi Air dan bumi Milik bersama Bangsaku. Berjuta jiwa …

Puisi: Siti Surabaya (Karya F. Aziz Manna)

Siti Surabaya karena aku terlahir di sini dari keluarga seperti ini maka namaku siti, siti jamilah tepatnya lambang kesuburan dan keindahan…

Puisi: Cita-Cita (Karya Arahmaiani)

Cita-Cita Waktu kecil aku ditanya Cita-citaku apa Kubilang mau jadi nabi Bapak bilang: tidak bisa! Anak perempuan boleh meraih cita-cita…

Puisi: Orkestra (Karya Nersalya Renata)

Orkestra suara tamborin menembus jendela kendaraan meledak di perut anak-anak tanpa nama yang asyik menggerogoti monumen di tengah ko…

Puisi: Potret Musim Panas (Karya Fitri Yani)

Potret Musim Panas musim panas menjadi tua pohon-pohon kurus, parau dan layu para perempuan di rumah bordil berdansa dan menyibak sepi d…

Puisi: Kamar (Karya Gunoto Saparie)

Puisi Kamar mengapakah kaupadamkan lampu yang nyala di kamar depan itu? benarkah malam telah amat larut dan sunyi mengendap dalam kabut? jarum-jarum …
© Sepenuhnya. All rights reserved.