Postingan

Puisi: Dari Sini (Karya Pulo Lasman Simanjuntak)

Dari Sini ketika tiba kudaku dicambuk bulu-bulu beranda stasiun yang lugu makin mengeras bumimu berlapis-lapis pacu! ayo! pacukan kudaku sarat racun …

Puisi: Di Manakah Akan Kujumpa (Karya Taufiq Ridwan)

Di Manakah Akan Kujumpa Di manakah akan kujumpa pohon hayat tempat menaungkan hasrat hidupku Garis ini sangat tipisnya Tampak memutus di ujung sana S…

Puisi: Sajak Kuda Putih (Karya Iwan Fridolin)

Sajak Kuda Putih kuda putih menderas lari menggaris pelangi bulan dalam diri misteri putih yang sunyi Kuda putih menderas lari memburu matahari sebut…

Puisi: Senantiasa (Karya Taufiq Ridwan)

Senantiasa Senantiasa adalah Pintu: tak terlena kuncinya Senantiasa adalah Cadar: menembus aku tak kuasa Senantiasa ada Percakapan — bisu dan rahasia…

Puisi: Aceh Satu (Karya: Fikar W. Eda)

Aceh Satu (Lady's Night) Tanpa kerudung tanpa mukena melenggang di jalan sunyi singgah di masjid membasuh muka dosa tak kenal waktu…

Puisi: Pukul Berapa (Karya Iwan Fridolin)

Pukul Berapa Pukul berapa aku lupa. Ada iringan lewat (Kelihatan dari jendela) Aku menjenguk: Siapa? Angin dan debu tiba-tiba menyerbu jendela. Kupej…

Puisi: Surat Kaleng (Karya Gunoto Saparie)

Surat Kaleng ada surat ditulis tanpa nama surat gelap, entah dari siapa ada surat dibikin tanpa alamat surat samar bagaikan kabut surat-surat melayan…

Puisi: Gemuruh (Karya Lazuardi Anwar)

Gemuruh Gemuruh saat kapal buang sauh gemuruh saat kapal angkat sauh gemuruh malam gemuruh bulan. Menatap malam berkabut terpangku bulan sayup gemuru…

Puisi: Seribu Muka (Karya Iwan Fridolin)

Seribu Muka Mengoleng cahaya lewat jendela pada kaca bermain seribu muka di luar dingin menggigil tiada cinta dan Tuhan bermimpi malam sudah tiba sia…
© Sepenuhnya. All rights reserved.