Postingan

Puisi: Bersyukurlah San, Bersyukurlah (Karya Taufiq Ismail)

Bersyukurlah San, Bersyukurlah Bersyukurlah San, kau tak ikut-ikutan Mempersembahkan gelar Pemimpin Besar Revol…

Puisi: Catatan Oktober (Karya Diah Hadaning)

Catatan Oktober (1) Kain putih telah direntang nama-nama telah dituliskan menjadi ombak pada laut menjadi warna bagi bendera menjadi pijar…

Puisi: Demokrasi (Karya Taufiq Ismail)

Demokrasi Pah pah kok papah orasi ngotot begitu amat sih. dengarkan juga kami-kami ini dong. mbok yo sing sabar ngono to pak. tos sabar…

Puisi: Sejak Dingin (Karya Ahmad Faisal Imron)

Sejak Dingin sepasang matamu yang nyaman seakan kepanjangan lain dari musim bunga di timur kota seperti …

Puisi: Seratus Juta (Karya Taufiq Ismail)

Seratus Juta Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini Seratus juta banyaknya Di tengah mereka tak tahu akan berbuat apa Ki…

Puisi: Nyanyian Anak Cucu (Karya Upita Agustine)

Nyanyian Anak Cucu Aroma hutan-hutan dan jerami terbakar kucium sampai kini Menumbuhkan hutan lindung dalam rahimku Menghamparkan berjuta pir…

Puisi: Mana Aku Kenal Rakyat Itu (Karya Taufiq Ismail)

Mana Aku Kenal Rakyat Itu Siapa itu rakyat? Dimana alamat mukim mereka, bagaimana potret nafkah mereka, tunjukkan konfigurasi kesehatan mereka, …

Puisi: Kota Itu Bernama Jepara (Karya Diah Hadaning)

Kota Itu Bernama Jepara ( 1 ) Masih kurasakan anginnya berdesir di pohon mahoni tua mengabarkan kejadian m…

Puisi: Ketika Burung Merpati Sore Melayang (Karya Taufiq Ismail)

Ketika Burung Merpati Sore Melayang Langit akhlak telah roboh di atas negeri Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri Karena hukum tak t…
© Sepenuhnya. All rights reserved.