Postingan

Puisi: Ke Langit Tak Berbatas (Karya Fikar W. Eda)

Ke Langit Tak Berbatas Ke langit tak berbatas ke bumi tak berpentas seperti burung lepas aku terbang sendirian Terhempas di arus deras…

Puisi: Seribu Saman (Karya Fikar W. Eda)

Seribu Saman Seribu jemari lincah rapi menari melukis hujan Seribu siku tempat  bertumpu lengan da…

Puisi: Kuterima Kabar dari Kampung (Karya Wiji Thukul)

Kuterima Kabar dari Kampung kuterima kabar dari kampung rumahku kalian geledah buku-bukuku kalian jarah tapi aku ucapkan banyak terima ka…

Puisi: Kupu-Kupu di Dalam Buku (Karya Taufiq Ismail)

Kupu-Kupu di Dalam Buku Ketika duduk di stasiun bis, di gerbong kereta api,     di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa,     kulihat…

Puisi: Derita Sudah Naik Seleher (Karya Wiji Thukul)

Derita Sudah Naik Seleher Kau lempar aku dalam gelap hingga hidupku menjadi gelap Kau siksa aku sangat keras hingga aku makin m…

Puisi: Di Padang Arafah (Karya Saini KM)

Di Padang Arafah Pertemuan antara kita, Tuhanku, tak pernah resmi Pertengkaran paling sengit dan rujuk paling mesra Biasanya ter…

Puisi: Aku Takut (Karya Nurhayat Arif Permana)

Aku Takut aku takut jika malam tiba-tiba menjadi siang sementara aku sedang mencari-cari kata yang telah kita sepakati itu jangan dibiarkan merajalel…

Puisi: Getaran Jiwa (Karya Diah Hadaning)

Getaran Jiwa seperti buana yang tak pernah melipat bentangnya seperti laut yang tak pernah menidurkan ombaknya ia berjalan sepanjang musim …

Puisi: 30 Tahun Kemudian (Karya Goenawan Mohamad)

30 Tahun Kemudian 30 tahun kemudian mereka bertemu di restoran dekat danau. Hujan dan kenangan berhimpitan, berbareng, seperti lalulintas …
© Sepenuhnya. All rights reserved.