Postingan

Puisi: Boneka (Karya Wedha Asmara)

Boneka aku dijadikan untuk tertawa kepada siapa saja; juga kepadamu! - sebab itu jangan ajak aku menangis aku tak bisa lagi meng…

Puisi: In Memoriam Soetrisman (Karya Gunoto Saparie)

In Memoriam Soetrisman gerimis pun makin rapat di halaman ketika kerabat dan sahabat mengangkat keranda langi…

Puisi: Keluhan Seorang Miskin (Karya Sobron Aidit)

Keluhan Seorang Miskin Susahnya hidup di zaman ini kerja sebulan dua, lalu dipecat katanya sih pabriknya ban…

Puisi: Catatan Harian Anak Perang (Karya Diah Hadaning)

Catatan Harian Anak Perang Ada yang mengalir di sungai musim harapan-harapan anak perang Ada yang melantun …

Puisi: Menggapai Mimpi (Karya Ristiana Wang)

Menggapai Mimpi Kini senja telah berganti Gelap malam datang menyelimuti Memenuhi tiap inci relung hati Menangis teriris meratapi diri Bersembunyi hi…

Puisi: Melupakan (Karya Florianus Wilsianto Waku)

Melupakan Melupakan… Bukanlah hal yang mudah bagi manusia Terpaut kenangan yang masih membara Seakan api yang tak kunjung padam Dan terus membakar ha…

Puisi: Terlalu Banyak Kita Kehilangan (Karya Dodong Djiwapradja)

Terlalu Banyak Kita Kehilangan Inilah sebagian dari mimpi yang mestinya terjadi dulu waktu sekolah, ketika seorang dari kita m…

Puisi: Sebatang Pohon yang Rindang (Karya Kurniawan Junaedhie)

Sebatang Pohon yang Rindang ( Ulang tahun Ayah ke-85 tahun ) Bagiku ayah adalah sebatang pohon tua yang rindan…

Puisi: Sajak Widuri untuk Joki Tobing (Karya W.S. Rendra)

Sajak Widuri untuk Joki Tobing Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. Orang-or…
© Sepenuhnya. All rights reserved.