Puisi: Chocolate Cosmos (Karya Esti Rahayu Utami) Chocolate Cosmos seperti raja, kau tumbuh di kuntum cakram pusat bunga pari kawal setiap sudut doa dilangitkan, mekar merekah jadi kebaikan aroma man…
Puisi: Di Bentangan Gurun (Karya Nezar Patria) Di Bentangan Gurun Yang rebah di bentangan gurun sebutir debu pongah Yang tersuruk di selokan keraguan tubuh yang menyerah Kucari Kau di ratap kaum h…
Puisi: Di Tepi Kanal (Karya Ratna Ayu Budhiarti) Di Tepi Kanal Di kota ini, harapan-harapan dikayuh, berpakansi dengan gondola, menelusuri jejak masa lalu Nyanyian gondolier sekejap dihikmati Sebent…
Puisi: Aku Terus Berjalan (Karya Tjak S. Parlan) Aku Terus Berjalan Aku terus berjalan dan merasa belum pernah sampai padamu. Setiap persinggahan adalah siasat menyusun rencana ke jalan-jalan beriku…
Puisi: Sajak buat Anak yang Takkan Lahir (Karya Siti Nuraini) Sajak buat Anak yang Takkan Lahir Rahim yang tak hendak lagi menampung Dada yang tak hendak lagi menumpah Anak yang tidak akan lagi bernaung Bermukim…
Puisi: Keadaan Berubah (Karya Zainol Akbar) Keadaan Berubah laksana kayu terbakar api hendak padam menyisakan bara terlihat tak begitu terang menyala sebab kulit luarnya telah menjelma abu kepu…
Puisi: Lelaki Penjual Kuali (Karya Sabar Anantaguna) Lelaki Penjual Kuali Turun dan tersaruklah kaki di jenjang jurang angan-angannya anak di ranjang balé bambu Bintang-bintang pun pudar melemah bareng …
Puisi: Suatu Malam Tahun 60‐an (Karya Sabar Anantaguna) Suatu Malam Tahun 60‐an kelam kabut melawan takut berdebar liar dada terbakar siang malam direjam dendam detak‐detak sepatu mengagetkan aku detak‐det…
Puisi: Doa yang Kulangitkan (Karya Adam Gunawan) Doa yang Kulangitkan Untuk saat ini Cukup aku menjagamu dari kejauhan Lewat doa yang kulangitkan Karena menjagamu dari dekat sering berakhir rasa rak…