Puisi: Kangen Ibu (Karya Tjahjono Widarmanto) Kangen Ibu (1) di tengah belukar baja, hutan beton yang merajam dada aku ingin kembali ke pelukanmu, ibu betapa perihnya mengenang …
Puisi: Monolog Ibu Malin Kundang (Karya Tjahjono Widarmanto) Monolog Ibu Malin Kundang Malin, anakku aku tahu tabu tubuhku untuk kau sentuh aku tahu tubuh tuaku akan mengundang malu karena itu aku pi…
Puisi: Di Meja Makan Keluarga (Karya Tjahjono Widarmanto) Di Meja Makan Keluarga Kami senantiasa berhadapan-hadapan di meja makan ini medan pertarungan yang galak dalam gemuruh denting gelas, piring…
Puisi: Tanah Liat (Karya Tjahjono Widarmanto) Tanah Liat aku hanya tanah liat tembikar tempayan rapuh sekedar topeng kosong engkau hembuskan hidup lebih sekedar kuasa kata-k…
Puisi: Catatan Kaki tentang Cinta (Karya Tjahjono Widarmanto) Catatan Kaki tentang Cinta masa lalu mengeja wajahmu tersipu dalam ingatan seperti foto dalam album riwayat yang berdebu jejak dan …
Puisi: Wirid Tak Selesai-Selesai (Karya Tjahjono Widarmanto) Wirid Tak Selesai-Selesai (1) wirid tak selesai-selesai gigil menunjuk sebuah jalan angin meniup setiap pintu yang akan terbuk…
Puisi: Elegi Suatu Senja (Karya Sam Haidy) Elegi Suatu Senja Seekor burung terbang tergesa Dikepung mendung Ia mempercepat kepaknya Menangkis gerimis. Ia sepertinya ingin lekas tib…
Puisi: Taman Maya (Karya Sam Haidy) Taman Maya Antara kita hanya terjalin kata Sedangkan raga tak juga merapat Namun jarak tak menyekat keint…
Puisi: Bukan Sajak Biru (Karya Sam Haidy) Bukan Sajak Biru (: tribute to AADC 2) Aku memang pergi Tetapi bukan meninggalkanmu Aku harus melangkah T…