Postingan

Puisi: Ke Lembah Ini Sampai Suara (Karya Ismed Natsir)

Ke Lembah Ini Sampai Suara Ke lembah ini sampai suara Ketika dari anjung peranginan aku memandang Dan tiba-tiba serunai melengking kukuh Menahan temb…

Puisi: Antara Kita dan Dia (Karya Ismed Natsir)

Antara Kita dan Dia : Aku Tuhanmu Maka mereka pun ramai-ramai membunyikan tasbihnya Seraya bersujud tanpa maksud Dan sebagian lagi menepuk dada. Dan …

Puisi: Kutak Simak Baris-Baris Gerimis (Karya Darman Moenir)

Kutak Simak Baris-Baris Gerimis sebelum sampai di pintu hari adakah engkau yang menunjuk itu? pada pagi mentari yang hilang kutak simak baris-baris g…

Puisi: Manila (Karya Darman Moenir)

Manila di simpang yang siur pada remang yang giur kulihat manila menghela nafas bagai tanpa rasa namun ia akrab kepada harap wajah siapa merayap meme…

Puisi: Kumpulan Asap yang Menyala (Karya Idrus Tintin)

Kumpulan Asap yang Menyala Malu bertanya sesat di jalan Benar Tak salah satu aksara pun. Tanyakanlah! Bilakah kalian berhenti menabung…

Puisi: Sampai Tiba Giliran (Karya Idrus Tintin)

Sampai Tiba Giliran Cerita tua tentang sebuah pohon tua dan ini bukan dongeng Di negeri maha tinggi sepuluh dimensi Pada malam lima belas bulan ke de…

Puisi: Catatan Harian Seorang Kelasi (Karya Idrus Tintin)

Catatan Harian Seorang Kelasi Kapal bertambat di dermaga Bulan hinggap melepas cahaya Malam menggelegak Dahaga menggeliat         Ada alasan menjinak…

Puisi: Krakatau (Karya Idrus Tintin)

Krakatau Di sana pulau di sini pulau tengah-tengahnya laut memisah di sana laut di sini laut tengah-tengahnya gunung yang marah di sana g…

Puisi: Pesan Seorang Ayah kepada Anaknya (Karya Idrus Tintin)

Pesan Seorang Ayah kepada Anaknya Anakku! Diam dan tenang adalah pemberian Ribut dan badai tanda kehadiran sesuatu yang baru sesudahnya ad…
© Sepenuhnya. All rights reserved.