Postingan

Puisi: Kapitalis dalam Cinta (Karya Lalik Kongkar)

Kapitalis dalam Cinta Politik kanan sibuk mikir laba Politik kiri sibuk mikir pemerataan  Sedangkan aku sibuk mencari Jalan mana yang berujung padamu…

Puisi: Rumah di Ujung Desa (Karya Daelan Muhammad)

Rumah di Ujung Desa Sebuah rumah tua terletak di ujung desa Di depannya membentang jalan becek di musim hujan Sebuah rumah tua terletak di ujung desa…

Puisi: Datang, Datanglah Ia (Karya Daelan Muhammad)

Datang, Datanglah Ia tiap dada telah jadi abu dalam reruntuhan kapan dianggapnya peperangan satu kemegahan dendam kesumat antara qabilah dengan qabil…

Puisi: Di Bawah Jendela (Karya Daelan Muhammad)

Di Bawah Jendela ada angin menjenguk dari luar jendela sudah tua tapi masih begitu tampan ia demi melihat aku acuh tak acuh saja ia pun melompat masu…

Puisi: Doa Pagi Seorang Pegawai (Karya Daelan Muhammad)

Doa Pagi Seorang Pegawai rambut yang subuh tadi berserakan telah kurabikan baju dan celana, begitu juga sepasang sepatu telah kukenakan hari baru puk…

Puisi: Saat Sebelum Berangkat (Karya Kliwon Mansi)

Saat Sebelum Berangkat kita akhiri suara pertemuan di mana para takziah berkerumunan kabar dan doa di mana waktu sebagai tanda pengiring jenazah, sia…

Puisi: Cukuplah Ibu (Karya Shinta Miranda)

Cukuplah Ibu Inspirasi dari Sons dan Lovers – DH Lawrence Aku melihat Tuhan di wajahmu, perempuan satu-satunya Bulan malam tak pernah tenggelam meski…

Puisi: Dan Ramadan Pun Sebentar Lagi Tiba (Karya Gunoto Saparie)

Dan Ramadan Pun Sebentar Lagi Tiba dan ramadan pun sebentar lagi tiba terbata-bata di ujung magrib marhaban, marhaban, ya matahari bersembunyi dan ra…

Puisi: Tangan Waktu (Karya Lidia)

Tangan Waktu Tanpa disadari. Tangan waktu begitu lihai memoles hidup kita yang sebelumnya merangkak di pangkuan ibu, telah berlari mengejar kefanaan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.