Postingan

Puisi: Fragmen Perjamuan (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Fragmen Perjamuan Kalau kau mau, teguklah Ini minuman metropolitan Ada rasa comberan, amis darah Kasus pe…

Puisi: Obsesi Futurista (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Obsesi Futurista Manusia masa depan berdiri tegak di layar Komputerku. Di tangan kanannya jaringan internet …

Puisi: Hampa (Karya Chairil Anwar)

Hampa (Versi Deru Campur Debu) kepada Sri Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak. Lurus kaku pohonan. Tak bergerak Sampai k…

Puisi: Kepompong Sunyi (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kepompong Sunyi Si tua telah meninggalkan kepompongnya, menggali- gali tanah, mencari-cari akar-akar rumput…

Puisi: Pada Suatu Pagi (Karya Sapardi Djoko Damono)

Pada Suatu Pagi Burung kecil itu mulai bernyanyi kembali di depan jendelamu; usirlah dia, katamu, ia mengganggu dan mengejek rambutku yang kusut dan …

Puisi: Cerita (Karya Chairil Anwar)

Cerita kepada Darmawidjaja Di pasar baru mereka Lalu mengada-menggaya. Mengikat sudah kesal Tak tahu apa dibuat. Jiwa satu teman l…

Puisi: Menit (Karya Avianti Armand)

Menit Di kotak telepon, cahaya membiru seperti memar. Di dering ketiga, kita sama-sama tahu – huruf-huruf setebal kitab itu tak akan …

Puisi: Perbincangan dalam Kamar (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Perbincangan dalam Kamar Kau sembunyikan lagi malaikat maut di balik lipatan kitab langit yang sobekannya E…

Puisi: Monolog Seorang Veteran yang Tercecer dari Arsip Negara (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Monolog Seorang Veteran yang Tercecer dari Arsip Negara Bendera-bendera berkibar di udara Dan, orang-orang bert…
© Sepenuhnya. All rights reserved.