Postingan

Puisi: Hujan (Karya Beno Siang Pamungkas)

Hujan (1) Hujan turun di balik jendela wajah sendumu membayang kilat dan petir membuyarkan lamunan. Semarang, 24 Juli 2009 Hujan (2) (: buat gadis p…

Puisi: Facebook (Karya Beno Siang Pamungkas)

Facebook (puisi tentang Facebook) Empat penjuru dan tujuh samudra segala pilu dan gelak tawa terhubung di…

Puisi: Gerimis (Karya Beno Siang Pamungkas)

Gerimis Gerimis bertahta di langit Semarang merindukanmu badanku meriang.... Semarang, 29 Mei 2010 Ana…

Puisi: Sebelum Tumbang (Karya Beno Siang Pamungkas)

Sebelum Tumbang ( : kepada para teroris ) Tahukah, apa yang kupikirkan sebelum kutarik picu tentu bukan sur…

Puisi: Hari yang Berbahaya (Karya Beno Siang Pamungkas)

Hari yang Berbahaya Aku merasa telah tiba di sebuah tempat di mana segalanya tak mampu mengundang perhatian Kulihat helai-helai hari b…

Puisi: Rambut Hujan (Karya Beno Siang Pamungkas)

Rambut Hujan (buat yang patah hati lantaran cintanya ditolak) Petir dan gelap bercermin di buram rambut hujan…

Puisi: Reklame Bunuh Diri (Karya Beno Siang Pamungkas)

Reklame Bunuh Diri Mungkin ini terdengar konyol, atau tepatnya bodoh seorang lelaki menyerahkan lehernya dan menyatakan cinta kepada s…

Puisi: Malam Berkah (Karya Beno Siang Pamungkas)

Malam Berkah Bulan berkah pecah. Di malam ke dua puluh tiga, angin membuka cakrawala. Purnama di pagi hari…

Puisi: Sore yang Pendiam (Karya Beno Siang Pamungkas)

Sore yang Pendiam Mega menggantung di atap langit, anginnya sejuk semeribit oooiiiiy.... sebentang jalan membayang tak tahu aku …
© Sepenuhnya. All rights reserved.