Postingan

Puisi: Elegi Suatu Senja (Karya Sam Haidy)

Elegi Suatu Senja Seekor burung terbang tergesa Dikepung mendung Ia mempercepat kepaknya Menangkis gerimis. Ia sepertinya ingin lekas tib…

Puisi: Taman Maya (Karya Sam Haidy)

Taman Maya Antara kita hanya terjalin kata Sedangkan raga tak juga merapat Namun jarak tak menyekat keint…

Puisi: Bukan Sajak Biru (Karya Sam Haidy)

Bukan Sajak Biru (: tribute to AADC 2) Aku memang pergi Tetapi bukan meninggalkanmu Aku harus melangkah T…

Puisi: Alun-Alun Asal Kelakon (Karya Sam Haidy)

Alun-Alun  (Asal Kelakon) Dua pergumulan singkat Dan aku pun terjerat! Di batik kepalamu aku tersungkur Di pelik pesonamu aku terbujur. …

Puisi: Betapa Lucunya Negeri Ini (Karya Sam Haidy)

Betapa Lucunya Negeri Ini Teroris menghilang Tabung gas menerjang Harga miras naik Oplosan mencekik Kasu…

Puisi: Rindu (Karya Sam Haidy)

Rindu Rindu adalah bola salju Menggelinding dari puncak waktu Semakin lama berputar Semakin membesar . Analisis Puisi : Puisi "Rindu&q…

Puisi: Perbuatan Serong (Karya W.S. Rendra)

Perbuatan Serong Bulan biru menggelincir angin dan racun satu kandungan dan di hati lelaki serong birahi menggelincir. Gumpal…

Puisi: Malam di Hutan Hasrat (Karya Esti Rahayu Utami)

Malam di Hutan Hasrat di hutan malam itu kita menatap langit kelam suaramu pecah hening dalam alunan angin dingin "aku adalah adam" katamu …

Puisi: Gentiana Veitchiorum (Karya Esti Rahayu Utami)

Gentiana Veitchiorum kau semilir angin mengembara lintasi gunung, hutan hingga ke hilir bertiup sejuk tebar benih-benih bunga aku, bunga Gentiana Vei…
© Sepenuhnya. All rights reserved.