Puisi: 1943 (Karya Chairil Anwar) 1943 Racun berada di reguk pertama Membusuk rabu terasa di dada Tenggelam darah dalam nanah Malam kelam-membelam Jalan kaku-lur…
Puisi: Duka (Karya Sitor Situmorang) Duka ( kepada Chairil Anwar ) Manakah lebih sedih? Nenek terhuyung tersenyum Jelma sepi abadi Takkan be…
Puisi: Pelarian (Karya Chairil Anwar) Pelarian (1) Tak tertahan lagi Remang miang sengketa di sini Dalam lari Dihempaskannya pintu keras tak berhingga. Hancur-luluh sepi seketik…
Puisi: Sketsa (Karya B. Y. Tand) Sketsa (1) Seseorang berkata: Merdeka ! Badai bangkit dalam matanya menggertapkan gigi-gigi ombak Bumi menyebarkan wewangian ke udara Angin istrahat …
Puisi: Perhitungan (Karya Chairil Anwar) Perhitungan Banyak gores belum terputus saja Satu rumah kecil putih dengan lampu merah muda caya Langit bersih-cerah dan…
Puisi: Masihkah Kau Ingat? (Karya A. Munandar) Masihkah Kau Ingat? Yang tak pernah jemu Yang selalu menagih pilu Ai, ada yang ingin kutanyakan padamu: Masihkah kau ingat …
Puisi: Tanah Ibuku (Karya Ali Hasjmy) Tanah Ibuku Di mana bumi berseri-seri Ditumbuhi bunga kembang melati Itulah dia Tanah Airku Tetapi: Di …
Puisi: Karangan Bunga (Karya Taufiq Ismail) Karangan Bunga Tiga anak kecil Dalam langkah malu-malu Datang ke Salemba Sore itu Ini dari kami bertiga Pita hitam pada karangan…
Puisi: Untuk Bersama (Karya Ali Hasjmy) Untuk Bersama Biar hujan tidak turun, Kalau hanya menyirami ladangku, Biar tak ngembang sekar suhun, Kalau…