Terima penawaran pinjaman online? Terasa sangat mudah bukan untuk mengajukan pinjaman secara online belakangan ini. Namun, Anda harus tahu sejumlah resiko mengajukan pinjaman online. Artikel ini membahas apa saja resiko tersebut dan langkah yang bisa dilakukan untuk memitigasi risiko tersebut.

Risiko Pinjaman Online

Dalam dua tahun terakhir, Indonesia khususnya di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya kedatangan penawaran pinjaman online secara masif. Hampir setiap waktu di semua kanal pemasaran online muncul promo pinjaman online.

Penawaran Pinjaman online ini sangat menarik buat masyarakat. Karena sejumlah alasan.

Pertama, proses pinjaman online mudah dan cepat. Tinggal isi aplikasi online, tidak sampai 24 jam, pinjaman disetujui dan dana cair masuk ke rekening peminjam.

Proses pinjaman online yang cepat dan mudah ini sangat berbeda dengan proses pinjaman di perbankan yang lama dan berbelit-belit. Masyarakat dibuat ‘wow’ oleh kecepatan dan kemudahan pinjaman online.

Kedua, pengajuan dilakukan secara digital lewat aplikasi. Tidak perlu tatap muka, tidak perlu datang ke kantor cabang dan bisa dilakukan kapan saja (24/7).

Ini lagi-lagi pengalaman pinjaman yang berbeda buat masyarakat karena selama ini pengajuan di bank harus pergi ke kantor, bertemu langsung dan hanya bisa dilakukan di hari serta jam kerja. Prosesnya betul – betul berbeda, pinjaman online vs bank.

Booming pinjaman online! Antusiasme masyarakat disambut oleh perusahaan pinjaman online dengan tidak kalah antusias.

Menurut data OJK per Maret 2019, 106 perusahaan P2P penyedia pinjaman online yang sudah terdaftar resmi. Terjadi lonjakan jumlah perusahaan P2P dalam dua tahun terakhir karena di awal 2017, jumlahnya kurang dari 10 perusahaan.

Perusahaan pinjaman online menyasar pasar yang selama ini tidak dilayani oleh bank. Mereka yang selama ini tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank, sekarang menjadi bisa mengambil kredit dana tunai lewat pinjaman secara online.

Dan pasar ini sangat gemuk! Banyak orang memang butuh pinjaman.


Muncul Masalah Pinjol
Namun, kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan pinjaman online  bukan tanpa ekses.

Tidak berapa lama sejak booming pinjol (pinjaman online) mulai bermunculan komplain dan keluhan masyarakat soal cara dan perilaku pinjaman online dalam menangani nasabah.

Saking serius dan tingginya complain masyarakat soal pinjol, sampai-sampai LBH turun tangan. LBH mengkoordinir pengaduan masyarakat, menyampaikan ke OJK dan menyebarkan ke media massa.

Akhirnya, isu pinjaman online jadi heboh.

Komplain paling tinggi adalah soal cara-cara yang tidak pantas dalam proses penagihan. Ancaman, penyebaran data pribadi dan terror banyak diterima masyarakat saat menunggak pinjaman online.

Masyarakat kaget. Kenapa proses di depan yang demikian mudah dalam mengajukan pinjaman, sementara saat terlambat atau menunggak perlakukan yang sangat berbeda diterima peminjam.


Pentingnya Edukasi
Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan pinjaman online perlu diimbangi kesadaran masyarakat sejak awal soal resiko yang mereka hadapi ketika mengajukan pinjaman online.

Masalahnya, seringkali masyarakat tidak tahu atau tidak mau tahu soal resiko tersebut ketika di saat awal mengajukan pinjaman. Saat nanti menghadapi masalah baru nasabah mengadu dan komplain.

Padahal, sejak awal mengajukan pinjaman, resiko tersebut sudah jelas ada. Dan karena jelas ada, resiko tersebut bisa ditelisik dan dievaluasi untuk menentukan apakah terus mengajukan atau sebaiknya tidak mengajukan pinjaman online.

Pemahaman soal resiko ini yang tampaknya kurang. Edukasi soal resiko pinjaman online menjadi PR Bersama.


Risiko Pinjaman Online
Ada sejumlah risiko yang perlu diketahui sebelum mengajukan pinjaman. Resiko tersebut adalah:

Pertama, tingginya bunga pinjaman online. Masyarakat perlu paham bahwa bunga dan biaya layanan pinjaman online itu tinggi.

Ini bukan pinjaman yang murah. Cepat dan mudah iya, tetapi murah tidak.

Pinjaman online secara transparan memiliki kalkulator di aplikasi dimana masyarakat bisa dengan mudah menghitung di awal berapa bunga yang harus dibayar. Perhitungan simulasi bunga dan cicilan cukup transparan dalam aplikasi online.

Sayangnya, banyak nasabah yang baru komplain saat pinjaman jatuh tempo dan harus membayar kewajiban pengembalian. Sementara, kewajiban ini sebenarnya sudah jelas, transparan dan clear, sejak awal sebelum mengajukan pinjaman.

Kedua, akses data pribadi di ponsel. Karena pengajuan secara online lewat aplikasi, pihak pinjaman online bisa mengakses data pribadi nasabah di ponsel.

Saat pengajuan, akses ke data pribadi dimintakan izin oleh perusahaan sebelum diakses. Jadi, jika pinjaman online bisa mengakses data pribadi, itu pasti sesudah ada izin dari nasabah.

Pemberian akses ini yang sering kali tidak disadari oleh masyarakat. Saat pengajuan pinjaman, mungkin karena butuh akan dana, calon nasabah memberikan semua akses kepada perusahaan pinjaman online dengan mudah tanpa pikir panjang.

Ketiga, ada opsi perpanjangan pinjaman yang mudah tetapi biayanya mahal. Salah satu fitur pinjaman online adalah memberikan kemudahan untuk memperpanjang pinjaman.

Karena prosesnya online, perpanjangan tinggal klik maka otomatis pinjaman diperpanjang. Berbeda dengan umumnya pinjaman biasa yang butuh proses 

Opsi perpanjangan pinjaman datang dengan biaya perpanjangan yang tidak murah. Hal ini yang kadang tidak disadari oleh peminjam.

Sebaiknya pinjaman dilunasi tepat waktu dan sebisa mungkin tidak melakukan perpanjangan pinjaman. Biaya perpanjangan yang besar akan memberatkan di kemudian hari.

Keempat, keterlambatan pembayaran menimbulkan biaya tidak kecil. Ada biaya yang sifatnya harian, ada pula biaya satu kali, yang harus ditanggung nasabah jika terlambat.

Perusahaan pinjaman online membebankan nasabah dengan biaya keterlambatan yang cukup tinggi. Sering kali, biaya keterlambatan ini tidak diperhatikan oleh calon nasabah saat mengajukan pinjaman.

Kelima, banyak terdapat pinjaman online ILEGAL yang tidak terdaftar resmi di OJK. Masyarakat mengambil ke pinjaman ilegal karena merasakan proses yang mudah dan persetujuan pinjaman yang sangat cepat.

Itu cara pinjaman ilegal menarik nasabah, mudah dan cepat, bahkan kadang tidak masuk akal.

Namun, pinjaman ilegal menggunakan cara-cara penagihan yang tidak pantas dan membahayakan. Membebankan bunga yang luar biasa tinggi dan denda keterlambatan yang besar.

Karena itu sebaiknya masyarakat tidak mengajukan ke pinjaman ilegal, meskipun proses pengajuan yang sangat mudah.

Kesimpulan
Kehadiran pinjaman online memesona banyak orang. Bayangan sulitnya mengajukan kredit di bank yang selama ini dialami oleh banyak orang, dipatahkan dengan kemudahan dan kecepatan pinjaman online.

Namun, pinjaman online bukan tanpa resiko. Masalahnya, banyak masyarakat tidak paham resiko tersebut dan langsung mengajukan pinjaman online.

Sebaiknya, masyarakat paham dulu resiko sebelum pinjam. Dengan paham resiko, kemungkinan ekses negatif pinjaman online bisa dikelola dengan lebih baik.

Sumbangan Tulisan dari Duwitmu.com.

Post A Comment:

0 comments: