Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Lembang merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki banyak peminat. Ada beragam tempat liburan dengan konsep alam yang indah, kuliner daerah setempat, juga telah tersedia banyak pilihan villa di Lembang.

Dengan banyaknya pilihan villa di Lembang tersebut, tentunya memudahkan para traveler yang hendak berlibur di sana, baik solo traveling maupun liburan bersama keluarga. Berikut ada 3 pilihan villa di Lembang dengan konsep yang unik.

3 Pilihan Villa di Lembang dengan Konsep Unik

Villa ChavaMinerva Bambu Lembang

1. Villa ChavaMinerva Bambu Lembang

Villa yang berlokasi di Desa Cibogo, Lembang ini dekat sekali dengan air terjun Maribaya, Farm House Lembang, dan Curug Dago Pakar. Bentuk rumah-rumahnya unik dengan atap yang melengkung tinggi dan menggunakan bambu sebagai bahan utama bangunan.

Fasilitas kamarnya pun lengkap, mulai dari TV Kabel, dapur kecil, Wifi, pancuran, air panas dan sebagainya. Berlibur bersama keluarga di salah satu villa di Lembang ini akan terasa sangat menyenangkan, apalagi dengan tersedianya berbagai aktivitas outdoor, taman yang luar, area bermain anak, bahkan bisa pula kalau mau mengadakan pesta barbeque.


Alessandra Private Villa


2. Alessandra Private Villa

Ingin liburan di Lembang dan mencari villa di Lembang dengan suasana yang lebih private? Alessandra Private Villa bisa dipilih nih. Jarak villa ini hanya sekitar 3km saja dari pusat kota Lembang. Selain itu, ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di sekitarnya, mulai dari De Ranch hingga Lodge Maribaya.

Villa bertingkat ini cukup menampung kurang lebih 12 orang sehingga kalau kita mau liburan dengan keluarga besar, villa ini sangat cocok. Fasilitas kolam renang dan taman bisa jadi area bermain anak-anak yang akan membuat mereka senang, sementara balkon di teras memungkinkan para orang tua mengobrol sambil tetap bisa mengawasi anak-anak bermain. 


Barn Villa

3. Barn Villa

Barn villa di Lembang ini tempatnya berlokasi di Jalan Nagrak Tengah Sukajaya, Lembang. Bentuknya berupa rumah yang luas dengan kamar-kamar berukuran besar dan didesain modern minimalis ala Skandinavian, parkir mobil luas, ada kolam renang, taman, bahkan kolam renang privat. 

Tersedia dapur, lengkap dengan peralatan memasak, sehingga kalau menginap lebih dari satu malam memungkinkan kita bisa memasak sendiri di villa ini untuk hidangan yang akan disantap bersama keluarga.


Pesan Villa di Lembang Melalui Traveloka

Ketiga villa yang telah kita ulas di awal tulisan ini bisa dipesan melalui website maupun aplikasi Traveloka. Pemesanan villa sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari, bahkan sebelum hari keberangkatan ke Lembang, mengingat cukup banyak yang berminat untuk menginap di villa tersebut. 

Pilihan Villa di Lembang dengan Konsep Unik


Ada banyak benefit yang bisa didapat kalau kita pesan villa di Lembang melalui Traveloka, antara lain:

1. Banyak Fitur yang Memudahkan
Di Traveloka, baik website maupun aplikasi, banyak tersedia fitur-fitur yang memudahkan dalam proses pemesanan villa maupun hotel. Fitur-fitur itu antara lain, pay@hotel, bisa dapat harga lebih murah dengan fitur last minute hotel, bahkan ada pencarian hotel near me, termasuk mencari villa terdekat dari lokasi tempat kita berada. Selain itu, di Traveloka tidak ada biaya untuk booking lho. 

2. Mengubah Jadwal
Jika tiba-tiba berhalangan pun untuk pergi liburan karena suatu hal, kita bisa mengubah jadwal menginap dengan memanfaatkan easy reschedule. 

Cara melakukan reschedule di Traveloka:
  • Masuk ke bagian Pesanan Saya.
  • Klik tombol reschedule.
  • Pilih jadwal atau tangga baru.
  • Periksa sekali lagi detail pesanan apakah sudah sesuai.
  • Selesaikan transaksi dengan pengajuan mendapatkan e-voucher yang baru atau jika ingin batal maka bisa mengajukan refund.

3. Fitur Paylater dan Cashless

Di Traveloka sudah tersedia pembayaran secara cashless lho. Bisa dengan melakukan transfer antar bank ataupun sistem pembayaran online lainnya. Jenis pembayaran ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan. 

Sementara Fitur Paylater membantu kita tetap bisa pergi liburan dan pembayaran bisa dilakukan nanti, baik secara cicilan maupun full payment. Paylater di Traveloka telah didukung oleh Danamas sebagai mitra resmi yang telah terdaftar di OJK sehingga sudah sangat terpercaya. 

Jangan khawatir dengan proses penagihan pembayaran karena sebenarnya kita bisa mengatur sendiri kapan perlu melakukan pembayaran. Di fitur Paylater tersedia tanggal jatuh tempo dan jumlah yang perlu dibayar. Jika kita bayar tepat waktu maka tak ada yang namanya proses tagih menagih. 

Cara pembayaran Paylater juga mudah, kurang lebih sama seperti kita memanfaatkan fitur-fitur lain di Traveloka. 
  1. Masuk ke akun Paylater pada aplikasi Traveloka di ponsel.
  2. Pilih pembayaran dan masukkan metode pembayaran yang diinginkan.
  3. Lakukan pembayaran sesuai jumlah yang tertera di akun Paylater kita dan nanti akan dikirimkan bukti bayar lunas dari Traveloka. 
Mau liburan ke Lembang dan menginap di villa di Lembang ataupun mau liburan ke kota lain, sekarang sangat mudah dengan memanfaatkan Traveloka dan semua fitur yang telah tersedia. Selamat berlibur. Semoga artikel ini bermanfaat.
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Di Pusaran Waktu

telah dilabuh gelisah pada pusar waktu
hingga larung abu pada sarang angin

gelombang sunyi diri sendiri

tinggal beburung jiwa menemu
karang julang tegak menantang

demikian terjal jejalan hidup di tatap matahari

sekepak sayap sekepak sayap menempuh tempuh
disayat hayat disayatsayat hingga mayat hingga tamat

tapi akan dilabuh juga segala gelisah pada pusar waktu

hingga larung abu pada sarang angin
gelombang sunyi diri sendiri

menjelma beburung jiwa

terbang mengepak dari matamu
menempuh tempuh sekepak sayap sekepak sayap

hingga sampai mematuk patuk mengetuk

pintu langit membuka
bagi jerit perih kerinduan jiwa

menemu cinta menemu cintanya

Puisi Di Pusaran Waktu
Puisi: Di Pusaran Waktu
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Ayah dan Ibu
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
TERORIS

siapakah yang mengendap di balik kegelapan,
sembunyikan tangan,
noda kekejian melumuri

siapakah yang menutupi wajahnya,
dengan senyum di muka umum
dan seringai serigala di balik tabir

siapakah engkau,
menghembuskan angin ketakutan,
racun memabukkan

siapakah engkau, wahai
manusia tak punya hati

Malang, 24 Oktober 1998
Puisi TERORIS
Puisi: TERORIS
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Keluarga
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Mabuk Cahaya

dan akupun mabuk cahaya. selarik cahaya melesat dari jemariku. ketika kucoret namamu pada sedinding cahaya. cahaya mencahaya berpendar mencahaya cahaya. aku mabuk cahaya. seteguk demi seteguk aku tenggak cahaya. aku mabuk cahaya. igauku cahaya. mimpiku cahaya. rinduku cahaya. cintaku cahaya.

tak engkau dimabuk cahaya. tak engkau tahu di timur barat mula cahaya.

tak engkau tahu? engkau mabuk cahaya.

Puisi Mabuk Cahaya
Puisi: Mabuk Cahaya
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Belajar
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kambing Hitam

noda yang dipercikkan pada baju-baju,
kini kami menuduhnya pada kau
sebagai penanggungjawab semua dosa
kekotoran ini, kerusuhan yang juga melumuri wajah kami

padahal dulu kami juga yang bikin pesta
bersamamu, bikin tari-tarian, lagu-lagu
dan menyiramkan air comberan ke mana-mana

biar semua kau yang menanggungnya,
karena tangan kami terlalu suci
untuk menanggung dosa dari sebuah masa lalu

Malang, 1998
Puisi Kambing Hitam
Puisi: Kambing Hitam
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Singkat dan Pengarangnya
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Di Tengah Danau Selorejo

betapa, pada keluasan ini, kecipak air
remang cahaya, gerimis

kau menatapku?
ya, selalu

ada yang demikian merindukan,
kau pasti tahu siapa

angin menampar-nampar pipi,
kabut memutih, lukisan tentang engkau?
wajah yang menyelinap dari kekekalan

Malang, 12 Juli 1999
Puisi Di Tengah Danau Selorejo
Puisi: Di Tengah Danau Selorejo
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi tentang Keluarga
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Mengapa Tak Hanya Cinta?

(1)

Kami selalu berteriak: “mengapa manusia menukar cinta dengan kebencian? mengapa manusia sampaikan cinta dengan bahasa umpatan dan kebengisan?”

Hitam. Hitam. Hitam. Hitam. Hitam. Hitam. Kemana cahaya? Senyum-MU yang cahaya.

Jika dunia adalah goda, jangan asingkan aku dengan riuhnya. karena aku merindu, cinta-Mu yang sesungguhnya.

Mengapa tak hanya sunyi, Cintaku? seperti di dalam rahim ibuku, cinta Kau tiup menjadi diriku. 

Aku melangkah di jalan cinta, berliku menujumu, terjal berbatu. aku menyeru-Mu!

"Aku adalah Cinta. Aku adalah Cinta. Aku adalah Cinta. Muara segala ucap yang berbeda".

O, aku adalah cinta yang menggigil di tengah pekik dan alir darah airmata duka manusia.


(2)

Dari dadamu pecinta, dari matamu pecinta, dari pekikmu pecinta, cahaya menerang, cinta yang cahaya!

Para pecinta berteriak memekikkan cinta sepanjang waktu, langit menjadi saksi, bumi menjadi penyaksi, yang tak pernah sangsi

Wahai para pecinta, katakan cinta menaklukkan segala aniaya, segala duka cita. jangan menyerah kepada para penjarah!

Para pecinta tak membedakan waktu. karena waktu demikian fana. para perindu selalu mencinta, demikian keras kepala.

Wahai engkau yang merindu, menarilah, dengan segala nyeri, biar sunyimu kabarkan, cintamu demikian bersahaja.

Menarilah, menari, di langit bulan separuh. angin memagut sepimu. menarilah, wahai pecinta.

Karena engkaulah pecinta, dunia tetap merasa bahagia, langit pun bahagia.

Puisi Mengapa Tak Hanya Cinta?
Puisi: Mengapa Tak Hanya Cinta?
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Belajar Melupakan
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Hujan Sore Hari

Hujan yang turun sore hari, selalu mengingatkan aku padamu. Kau ingat tiktiknya bersama desau angin, demikian gaib, menghantarkan kita ke batas hari demikian cepat.

Ah, aku tahu engkau kan segera mengatakan bahwa aku sangat tergila-gila kepada selarik puisi patah hati yang ditulis si mata merah itu: gerimis mempercepat kelam.

 Memang, senja tak seperti biasanya jika hujan turun sore seperti ini. Matahari di hari yang cerah jika senja akan membiaskan jingga di langit, mungkin bukan jingga, mungkin kuning keemasan. Seperti gambar di kartu pos yang kau kirimkan suatu ketika: langit di saat senja, matahari yang segera tenggelam, laut dan bayang perahu-perahu layar.

Pernah suatu ketika, seorang temanku menuliskan dalam sebuah suratnya bahwa ia memotong senja untuk kekasihnya yang bernama Alina. Tapi, mungkinkah sebuah senja dipotong dan dikirimkan kepada seseorang seperti kartu pos yang kau kirimkan saat itu?

Aku tahu engkau akan mengatakan bahwa segalanya adalah mungkin. Seperti sering kau katakan, dengan tawa dan sederet gigimu yang putih rapi, “Hidup adalah kemungkinan-kemungkinan, bahkan yang paling mustahil pun. Sebagai dusta dan kebenaran bergalau dalam cerita kita. Seperti cintaku padamu. Seperti cintamu padaku. Sebaris kata, sepotong frasa, selarik kalimat, sebait paragraf , sehalaman dongeng, satu bab fragmen, sebuku kenangan. Bukankah begitu sayangku, yang kau inginkan, saat kau hembuskan nafasmu ke dalam jantungku. Dunia kanak yang kau percayai, dengan pura-pura sekaligus sepenuh hati”.

Hujan yang turun sore hari, selalu mengingatkanku padamu. Tanah yang basah di luar seperti sebuah surat yang kau tulis dengan airmata. Ya, kutahu, seperti cintaku padamu, seperti cintamu padaku. Ditulis dengan airmata.

Puisi Hujan Sore Hari
Puisi: Hujan Sore Hari
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Belajar Ikhlas
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Pada Keyboard
: sukma

pada keyboard, aku ketuk:
"d-i-n-i-i 
k-a-u--m-e-n-a-n-t-i?"

dua kanak, memanggil:
"ibu, peluk aku"

Malang, 1999
Puisi Pada Keyboard
Puisi: Pada Keyboard
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Ibu dan Ayah
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Dalam Hutan
: yono

ada yang tersesat
dalam hutan

dan kau bernyanyi
menghibur hati

Malang, 1999
Puisi Dalam Hutan
Puisi: Dalam Hutan
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Sahabat