Puisi: Peluk Sekuat Cintamu (Karya Wiji Thukul)
Puisi: Peluk Sekuat Cintamu (Karya Wiji Thukul)

Peluk Sekuat Cintamu Kehadiran kita nanti akan diterima dunia yang kabur perkawinan kita nanti perayaan kemiskina...

Read More »

Puisi: Tujuan Kita Satu Ibu (Karya Wiji Thukul)
Puisi: Tujuan Kita Satu Ibu (Karya Wiji Thukul)

Tujuan Kita Satu Ibu Kutundukkan kepalaku, bersama rakyatmu yang berkabung bagimu yang bertahan di hutan dan terbunu...

Read More »

Puisi: Di bawah Selimut Kedamaian Palsu (Karya Wiji Thukul)
Puisi: Di bawah Selimut Kedamaian Palsu (Karya Wiji Thukul)

Di bawah Selimut Kedamaian Palsu Apa guna punya ilmu kalau hanya untuk mengibuli Apa gunanya banyak baca buku ...

Read More »

Puisi: Surat Dari Ibu (Karya Asrul Sani)
Puisi: Surat Dari Ibu (Karya Asrul Sani)

Surat Dari Ibu Pergi ke dunia luas, anakku sayang pergi ke dunia bebas! Selama angin masih angin...

Read More »

Puisi: Elang Laut (Karya Asrul Sani)
Puisi: Elang Laut (Karya Asrul Sani)

Elang Laut Ada elang laut terbang senja hari antara jingga dan merah surya hendak turun, per...

Read More »

Puisi: Garudaku Terbang Rendah (Karya Cucuk Espe)
Puisi: Garudaku Terbang Rendah (Karya Cucuk Espe)

Garudaku Terbang Rendah Lihat! Langit tak lagi memutih Kilau senja semerah darah Menyaksikan g...

Read More »

Puisi: Negeri Genjer (Karya Cucuk Espe)
Puisi: Negeri Genjer (Karya Cucuk Espe)

Negeri Genjer (dibaca dengan iringan lagu Genjer-Genjer) Ada cerita dari Negeri Genjer Yang puny...

Read More »

Puisi: Surat Terbuka untuk Presiden (Karya Cucuk Espe)
Puisi: Surat Terbuka untuk Presiden (Karya Cucuk Espe)

Surat Terbuka untuk Presiden (Salam, aku teroris itu) Bapak Presiden; Dengan sadar saya tulis ...

Read More »

Puisi: Duka di Selat Karimata (Karya Cucuk Espe)
Puisi: Duka di Selat Karimata (Karya Cucuk Espe)

Duka di Selat Karimata Aku baca sajak ini sebagai tanda duka Air mata saat Tuhan mengurai kata B...

Read More »

Puisi: Jakarta Terluka (Karya Cucuk Espe)
Puisi: Jakarta Terluka (Karya Cucuk Espe)

Jakarta Terluka Jakarta meledak siang tadi Seorang pencari kerja mati di pos polisi Jalan Thamri...

Read More »

Puisi: Sehari Saja Kawan (Karya Wiji Thukul)
Puisi: Sehari Saja Kawan (Karya Wiji Thukul)

Sehari Saja Kawan! Satu kawan bawa tiga kawan Masing-masing nggandeng lima kawan Sudah berapa kita punya kawan S...

Read More »

Puisi: Toleransi Tahi Kucing (Karya Cucuk Espe)
Puisi: Toleransi Tahi Kucing (Karya Cucuk Espe)

Toleransi Tahi Kucing (1) Ada yang bilang; Jangan mau dibohongi pakai Al-Maidah Kau pun mara...

Read More »

Puisi: Pancasila Bukan Harga Mati (Karya Cucuk Espe)
Puisi: Pancasila Bukan Harga Mati (Karya Cucuk Espe)

Pancasila Bukan Harga Mati Tak ada harga mati di muka bumi Apalagi Pancasila ciptaan manusia Das...

Read More »

Puisi: Izinkan Aku Menangisi Airmatamu
Puisi: Izinkan Aku Menangisi Airmatamu

Izinkan Aku Menangisi Airmatamu Zah, Aku ingat pertemuan kali pertama kita, di sini.  Sepetak ruang ...

Read More »

Puisi: Elegi Nakhoda Harap
Puisi: Elegi Nakhoda Harap

Elegi Nakhoda Harap Dengan atau tanpa memaksa Aku mungkin akan menyesali; Satu atau dua, atau mungkin tiga tahun lagi, Hanya ma...

Read More »

Puisi: Palu-Arit (Karya Cucuk Espe)
Puisi: Palu-Arit (Karya Cucuk Espe)

Palu-Arit Namaku palu Tugasku menancapkan paku Atau memecah batu Namaku arit Tugasku memot...

Read More »

Puisi: Monolog Cermin (Karya Dimas Indiana Senja)
Puisi: Monolog Cermin (Karya Dimas Indiana Senja)

Monolog Cermin Demi kalender yang memucat, harus bagaimana sikapku kepadamu, kekasih? Bergantian aku...

Read More »

Puisi: Anak itu Terluka di Gaza (Karya Cucuk Espe)
Puisi: Anak itu Terluka di Gaza (Karya Cucuk Espe)

Anak itu Terluka di Gaza Gaza kembali meretas duka Gedung-gedung tinggi terhempas Pepohonan dan ...

Read More »
loading...
 
 
 
Top