Puisi: Tentang Troya Karya: Heru Joni Putra
Tentang Troya

Suara bulan
Tak terdengar lagi,
Sebab Sayyid dan kudanya berdua
Di tepi sebuah sungai

Dengan gemuruh perpindahan ikan-ikan.

Jembatan dari sebilah bambu itu
Telah lama hanyut.

Sayyid mendengarkan
Kuda itu menghiburnya dengan kisah
Kedatangan Ahmed Kameil,
Tetapi ia tetap bersikeras
Ingin menemui Gadis Kalera.

Lalu, kuda pincangnya itu
Bercerita tentang perang Troya,
Tentu saja, versi jemaah kuda:

Paris hanyalah kuda Troya
Bagi ramalan Aesacus,
Ia dilahirkan hanya untuk menculik Helen
Agar perang itu terjadi –

Sebab Dewa Legenda butuh
Kisah pengkhianatan dari para peramal,

Itu sebabnya Odysseus – meskipun
Sudah berusaha jadi gila,
Agar tak diikutkan dengan perang itu,
Akhirnya juga menjadi kuda troya
Bagi kemenangan Yunani.

Aesacus yang kejam,
Cassandra yang keliru –
Para peramal yang membawa sial.

Teberkatilah Hebuka yang berusaha
Membunuh Paris di gunung Ida.

Terkutuklah para pengembala
Yang menggagalkan rencana Hebuka.

Jauhkanlah setiap jemaah kuda dari ancaman
Perang troya lainnya.

Padang, 2013
Puisi: Tentang Troya
Puisi: Tentang Troya
Karya: Heru Joni Putra

Baca Juga: Lagu Indonesia Terbaru dan Terpopuler
Loading...

Post A Comment:

0 comments: