Bulan Sudah Mati

Neil Amstrong dan Nini Anteh berjalan-jalan
di bulan. Alangkah nikmatnya, euy, nikmatnya
alangkah. Tetapi di kampungku bulan sudah mati

Bulan di kampungku sudah mati
ketika seribu merkuri
menyala begitu tiba-tiba begitu benderang
bulan hilang cahaya, rontok dan menggelepar
di sawah-sawah yang hangus terbakar
serupa ayam sembelihan bagi kenduri besar
dan perempuan cantik berkebaya warna emas
mengumumkan lewat televisi penuh senyuman
disambut gong, sirine, bedug, kentongan, tepuk-tangan.

Neil Amstrong dan Nini Anteh bercintaan
di bulan. Alangkah asyiknya, euy, asyiknya
alangkah. Tetapi di kampungku bulan sudah mati!


Serang
Oktober, 1994
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Bulan Sudah Mati
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi buat Ngerayu Gebetan

Post A Comment:

0 comments: