Puisi: Kepada Guru (Karya Abdurahman Faiz) Kepada Guru Aku selalu bermimpi matahari telah melahirkan para guru dan guru melahirkan banyak matahari hingga matahari tak lagi sendiri Matahari tak…
Puisi: Sajak Anti Perang (Karya Abdurahman Faiz) Sajak Anti Perang Mengapa perang tak kunjung berhenti? hujan mortir peluru, gerimis darah dan air mata kebiadaban menanti di setiap tapak jalan di an…
Puisi: Kekurangan bukan Suatu yang Menyenangkan (Karya Hendro Siswanggono) Kekurangan bukan Suatu yang Menyenangkan Kekurangan bukan suatu yang menyenangkan dunia luas yang tersembunyi bertahun-tahun lupa hafalan doa seorang…
Puisi: Kutawarkan Padamu (Karya Arif Bagus Prasetyo) Kutawarkan Padamu kutawarkan padamu: sebutir aspirin, botol-botol kosong, dan sepetak kebun, yang lama ditinggalkan hama. apakah aku merin…
Puisi: Ada Kalanya (Karya Hendro Siswanggono) Ada Kalanya Ada kalanya mempersiapkan pesta dengan pedang di pinggang, diam-diam menggenggam seikat bunga dari cawan air mata, irama derap kuda ma da…
Puisi: Setiap Terjaga (Karya Gus tf) Setiap Terjaga Setiap terjaga, ia berkata, "Celaka, kenapa aku terbangun di tubuh yang sama?" Tapi tidak. Setiap tidur, …
Puisi: Kuresapi Ayat-Ayat-Mu (Karya Faisal Ismail) Kuresapi Ayat-Ayat-Mu Demi dogma syahadatku pada-Mu kuhayati seluruh firman-firman-Mu kuresapi seluruh ayat-ayat suci-Mu ayat-ayat qauliyah dan ayat-…
Puisi: Firasat Malam (Karya Faisal Ismail) Firasat Malam di malam sepi firasat pun turun ke sisi hasrat tersekat di pusat hati urat-urat nadi melemas cemas meremang bulu roma: apa akan terjadi…
Puisi: Laut dan Langit (Karya Rayani Sriwidodo) Laut dan Langit akulah laut di pundak ombak camar mari berpagut Kaulah langit atap melengkung menaungi jambul bukit antara Kau dan aku berambulan des…
Puisi: Sepi Sudah Sangat Lelah (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Sepi Sudah Sangat Lelah sepi sudah sangat lelah dan hanya meletakkan dua helai daun di bangku taman …
Puisi: Malam Maulid (Karya Darius Umari) Malam Maulid Malam ini ada angin Bangkit dari benteng tua warisan sejarah Dan tebarkan wangi-wangian di atas kuburan Tak dikenal. Sementara Bulan usa…
Puisi: Sehabis Kututup Pintu (Karya Iman Budhi Santosa) Sehabis Kututup Pintu Sehabis kututup pintu dan terdiam sesaat hanyalah diriku, segalanya terbenam dalam jiwaku begitu cepat, atas nama-Mu, atas nama…
Puisi: Orang Hilang Ada Orang Pecah (Karya Afrizal Malna) Orang Hilang Ada Orang Pecah Ada orang hilang. Tapi ada orang pecah juga. Presiden yang telah membunuh demokrasi, jatuh. Tangan dan lehernya mengelua…