Puisi: Pada Sebuah Kedai Kopi (Karya Maya Lestari Gf) Pada Sebuah Kedai Kopi Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas siang Ketika engkau datang dengan kantong belanjaan Bermerek toko sepatu terkenal Kau…
Puisi: Sajak (Karya Slamet Sukirnanto) Sajak Kerikil terseret arus kali. Bulan mengambang dalam keruh. Mempermainkan jemari ini Gusar bimbang menyentuh Cintamu yang dulu …
Puisi: Sejak Semula (Karya Mahdi Idris) Sejak Semula Sejak semula semua menerka batu-batu diperam asin laut. Seperti rentetan waktu yang mengeja bisu hingga batu-batu mendulang mimpi di …
Puisi: Diri Akan Tumbang? (Karya Aspar Paturusi) Diri Akan Tumbang? bus melaju kencang pikiranku jauh melayang sempat teringat sandal jepit jadi pesakitan di pengadilan sepanjang jalan sawah menghil…
Puisi: Negeri Perkasa (Karya Aspar Paturusi) Negeri Perkasa negeri ini tak pernah jeda dari masalah bencana tetap melanda setiap saat ada saudara kita tewas berebut sedekah bencana k…
Puisi: Malam, Mungkin Sudah Jam Dua (Karya F. Rahardi) Malam, Mungkin Sudah Jam Dua bunyi tokek sangat jauh asalnya setengah mimpi aku terjaga kaget dan bangkit sambil menguap tidurku tidak sem…
Puisi: Kampung Asal dan Ceritanya (Karya Sugiarta Sriwibawa) Kampung Asal dan Ceritanya tamasya di jendela terbuka ini menggema suaraku penuh diri langit melengkung biru senja muda dan cadar samar yan…
Puisi: Titik Bintik (Karya Djamil Suherman) Titik Bintik Demi air yang menitik bintik debu yang meramu jadikanlah arungan samudera jauh bertasik hamparan tanah indah bermadu Demi perilaku penuh…
Puisi: K.H. Abdul Wahid Hasjim (Karya Sides Sudyarto D. S.) K.H. Abdul Wahid Hasjim - 1953 Dalam darahmu terpateri iman yang tak tergoyahkan Dalam hatimu kuat melekat keyakinan Islam Kau pancarkan dalam amal p…
Puisi: Menjelang Amarah (Karya Mahdi Idris) Menjelang Amarah Seutas tali rindu masih melilit di keningmu Di senja kemarau Melirik sebatang resah air mata Seperti senja kala Selem…
Puisi: Perlihatkan Padaku (Karya Mahdi Idris) Perlihatkan Padaku Perlihatkan padaku jika kau mampu menguji ketabahan kesetiaan yang berwujud temali paling nyali mengekang matahari agar t…
Puisi: Sore (Karya Ook Nugroho) Sore Sore telah jadi redup Di luar tahu kita. Ada mendung Menggantung pada sisa barisnya Ada angin dan murung Berkabar lewat pohon-pohon Dan cericit …
Puisi: Jalak (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi) Jalak kerbau nyenggut manggut-manggut di ladang berumput jalak-uren jalak-penyu hinggap di punggung taktakut paruh kuning cakar kuning bulu hitam beg…
Puisi: Alam Hati (Karya Abdul Wachid B. S.) Alam Hati Dalam jejak harum malam tubuhmu yang bulan Pohon-pohon musim bertumbuhan Sebagai bayi yang lahir dari rahim bumi dan langit Atas…
Puisi: Kota Bumi Gas (Karya Mahdi Idris) Kota Bumi Gas Lihatlah sepajang jalan ini lubang tanpa penggali debu-debu bersayap memasuki sarang awan. anak sungai lahir dari pori-por…
Puisi: Pejuang (Karya Muhammad Lutfi) Pejuang Makan darah Menebas perih Menyebar maut Dan menerkam gelap. Solo, 8 November 2018 Analisis…