Puisi: Ngagel (Karya Mardi Luhung) Ngagel ...bersama Made Wirya Di kios majalah, kitab-kitab ramalan ditulis lewat tangan kiri, sedang yang kanan, mengutuki gambar porno serta sebu…
Puisi: Tembang Pesisir (Karya Husnul Khuluqi) Tembang Pesisir istriku, mendekatlah. mari bernyanyi merayakan kemiskinan ini. sebentar lagi mungkin kita akan mati. musim-musim tak pernah bersahaba…
Puisi: Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu (Karya Mustofa Bisri) Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu Aku masih sangat hafal nyanyian itu Nyanyian kesayangan dan hafalan kita …
Puisi: Sajak Selepas Hujan (Karya Husnul Khuluqi) Sajak Selepas Hujan karena memegang janji aku datang di halaman rumah kosong aku belajar menyusun kata-kata agar aku tak gagap saat engkau tiba di ma…
Puisi: Syair Kerudung (Karya Cecep Syamsul Hari) Syair Kerudung Maafkan kecupan-kecupanku pada harum kerudung rambutmu. Malam telah mengutuk aku menjadi pecinta yang risau. Terpukau menunggu malam b…
Puisi: Elegi Sebuah Kota (Karya Husnul Khuluqi) Elegi Sebuah Kota -nyanyian sepanjang BSD aku ingin melupakanmu maka sepanjang malam kususuri kota ini di bawah silau lampu-lampu wajahmu kusemayamka…
Puisi: Pertikaian Dalam Perjamuan (Karya Ita Dian Novita) Pertikaian Dalam Perjamuan aku bertikai dengan malam ketika ia menelingkup perjamuan abadi burung burung malam menanggalkan sayapnya di jalan menikun…
Puisi: Syair Kematian (Karya Husnul Khuluqi) Syair Kematian Engkaulah itu, yang diam-diam datang dalam kelengangan? sedang gerbong-gerbong penantian belum juga tuntas kutuang dalam kanvas atauka…
Puisi: Sepasang Pohon Kecapi (Karya Husnul Khuluqi) Sepasang Pohon Kecapi bagi Ray Sahetapy sepasang pohon kecapi tumbuh di samping rumahmu tegak menghijau dan rimbun bersahabat dengan angin kampung se…
Puisi: Tungku (Karya Ita Dian Novita) Tungku pada sebuah tungku kita mencoba membakar sepi tetapi pintu selalu berderit mengabarkan seloroh hujan di luar sana semakin dingin mimpi kita me…
Puisi: Bakauheni, Ketika Kapal Merapat (Karya Husnul Khuluqi) Bakauheni, Ketika Kapal Merapat aku mulai mencintai ruap garam tanah cadas, burung-burung camar juga kecipak ombak yang membentur batu-batu di ujung …
Puisi: Desember dan Pembuktian (Karya Diah Hadaning) Desember dan Pembuktian Seorang muda mata binar dada simpan getar jiwa tak kenal ingkar menatap kuat matahari Desember hari kedua. Kal…
Puisi: Pemandangan Hujan Malam Hari (Karya Kurniawan Junaedhie) Pemandangan Hujan Malam Hari Hujan malam hari meletakkanku di pucuk pohon persis di atas jendela rumahku. Rumahku tampak kecil seperti kardus. Di …