Fragmen Lampu-lampu

Hujan sudah reda. Tetapi
bulan tak pernah kembali
juga matahari
“kegelapan harus dilenyapkan, wahai warga!”
Ini instruksi! Seru sesuara
maka lampu-lampu warna-warni dipaksa menyala
sepanjang jalan
di seluruh penjuru kampung yang dicurigai menyimpan
kegelapan.

Dan kampungku pun menjelma
perempuan yang aduhai genitnya
kadang terasa berlebihan
seperti pelacur serbu perak yang
menghadang di setiap tikungan jalan
: memamerkan rias wajah selaksa warna
menyembunyikan sepasang kaki berlumpur!

Serang
Agustus, 1995
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Fragmen Lampu-lampu
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis untuk Nembak Gebetan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: