Halaman Terakhir Sebuah Buku Harian

Dan tol-tol itu bagai ular raksasa membelah
kampungku sudah.
Ah, repot benar mencapai sungai dan sawah
padahal hanya tigapuluh tombak depan rumah

membuatku sungguh terpisah. Terpisah!

Dan tol-tol itu bagai ular raksasa membelah
kampungku sudah.
Juga pabrik, diskotik, hotel, pertokoan mewah,
real estate, bioskop, amusement, sampah
mengepung sunyiku yang parah
Ah, repot benar mengunjungi emak dan abah
padahal hanya empatpuluh tombak belakang rumah

membuatku sungguh menyerah. Menyerah!

“Sebab kota.” serumu mengarahkan mata panah

“Ialah keharusan sejarah!”

Serang
Oktober, 1994
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Halaman Terakhir Sebuah Buku Harian
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis Nembak Gebetan

Post A Comment:

0 comments: