Cerita Jalan Raya

Jalan itu terbuat dari lipstik dan batu-bata
menjadi rumah yang enak dihuni
kita menempuhnya tiap sore - buat ke kampus atau sekedar
menghirup hawa malam - bersama Anhar, Sulaiman,
Ucok, Budi, Kamal, dan Deny Pasla
sambil menghabiskan segelas teh
membuat kita kerap lupa suasana rumah yang sebenarnya.

Terkadang ia juga menjadi laut, tempat kita berenang
menjelma perempuan, muara dari segala kehangatan
kita sampai lupa pada laut yang sesungguhnya
hingga kita tidak ingat lagi senyum khas perempuan-perempuan kita
karena jalan itu telah memberi lebih dari sekadar kehangatan
ia telah mengajari kita berkasih-kasihan dan bercita-cita
sebab itu, aku ingin melukisnya kembali di sini

Karena ia telah mati, menjadi malam paling sunyi.

Jakarta, 28 Mei 2000
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Cerita Jalan Raya
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi Gus Mus
Loading...

Post A Comment:

0 comments: